SOSOK | Ana Sumarna, Sosok Tangguh "Penghuni" Taman Gantung Stasiun Bandung

ED
Sabtu, 4 November 2023 | 10:11 WIB
Bagikan
SOSOK | Ana Sumarna, Sosok Tangguh "Penghuni" Taman Gantung Stasiun Bandung

Ana bercerita, ayahnya seorang tentara yang mendidiknya dengan keras. Tak tahan dengan pendidikan yang diterapkan ayahnya, Ana ke luar dari rumah dan menjadi anak jalan. Ia menjadi petarung jalanan di Bandung bahkan pernah bergabung dengan preman di Tanah Abang. "Itu semua saya lalui, tapi pendidikan tidak pernah putus sampai sekarang," ungkapnya.

Ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di Gang Kina, Pajajaran, Kota Bandung sambil belajar ngaji di rumah seorang ustadz setempat, kemudian menyelesaikan pendidikan SMP-nya di Pasundan 4 Bandung Jalan Kebonjati, menyelesaikan SMA-nya di kampus depan SMP-nya, SMA Kemah, kemudian melanjutkan ke Akademi Tekstil Bandung (ATB) dan menyelesaikan S1nya di STAN Jakarta, kuliah lagi S1 Ilmu Hukum di Bandung, meneruskan S2nya juga di Bandung.

"Saya merasa Allah SWT sudah memberikan banyak jalan keberkahan buat saya. Anak2 juga sekarang sudah pada mandiri, menyelesaikan pendidikan S2nya, bahkan anak yang satu lagi sekarang sedang menyelesaikan S3 bidang ilmu komunikasi di Unpad, " ungkapnya.

Oleh karena itu, sebagai rasa Terima kasih atas kemurahan Allah padanya, Ana secara bertahap sejak dulu membantu anak-anak lain untuk belajar di Taman Gantung ini. "Di sini, tempat sekolah singgah juga untuk anak-anak jalanan. Mereka, sekalipun tergolong hidup di jalanan, tapi pendidikannya saya usahakan tidak putus," ujar Ana.

Selain itu, dalam kapasitasnya sekarang ini sebagai Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Jawa Barat, Ana juga membuka pendidikan tingga untuk para pekerja, buruh, khususnya para pengemudi.

"Sekarang ini ada 160 mahasiswa yang kuliah melalui program yang saya kembangkan ini. Kadang mereka belajar di sini dengan menghadirkan dosennya ke sini, kebanyakan belajar secara daring, " ungkapnya seraya menyebutkan program  tersebut bekerjasama dengan Universitas Terbuka Negeri untuk program pendidikan S1.

Program RPL

Ke depan, pria yang terlihat lebih muda dari usianya ini, Ana sedang menyiapkan program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang rencananya di kerjasamakan dengan Jepang.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.