Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Soroti Program BIG, Ateng Sutisna: Manfaatnya Rendah Bagi Masyarakat

Desi Rossilawati
Rabu, 16 Juli 2025 | 08:45 WIB
Bagikan
Soroti Program BIG, Ateng Sutisna: Manfaatnya Rendah Bagi Masyarakat

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mengkritik minimnya manfaat langsung program Badan Informasi Geospasial (BIG) bagi masyarakat, meskipun lembaga ini mengelola anggaran besar, termasuk dari Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN).

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan BIG pada Selasa (15/7/2025), Ateng menilai program seperti penyediaan peta dasar dan Sistem Informasi Geospasial (SIG) masih belum mudah diakses publik. Ironisnya, hasil pengolahan data geospasial justru lebih banyak dinikmati vendor asing.

“Seluruh anggaran BIG bersumber dari rakyat, baik melalui APBN maupun pinjaman luar negeri. Namun, masyarakat masih harus melalui proses administrasi yang berbelit hanya untuk mengakses peta atau data geospasial yang seharusnya menjadi barang publik,” ujar Ateng dalam keterangannya.

Ia membandingkan dengan platform global seperti Google Maps dan Google Earth yang menyediakan layanan data geospasial secara gratis dan mudah diakses.

“Google saja tidak meminta anggaran dari negara, tetapi layanannya bisa diakses dengan mudah lewat gadget. Sementara kita, yang sudah menganggarkan dana besar, justru menyulitkan masyarakat sendiri,” katanya.

Ateng juga menyoroti penggunaan dana PHLN BIG yang justru kembali ke pihak asing melalui konsultan luar negeri, software, dan hardware buatan asing. Menurutnya, hal ini menambah beban utang sekaligus membuat data strategis nasional tidak sepenuhnya dikuasai bangsa sendiri.

“Ini saatnya kita perkuat peran konsultan dalam negeri dan kembangkan software geospasial buatan anak bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan akses terhadap peta dasar dan tematik juga berpotensi menimbulkan konflik di lapangan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.