Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Soroti Kecelakaan Lalu Lintas, Nasir Djamil Dorong Transformasi Digital Korlantas Polri

Desi Rossilawati
Kamis, 19 Juni 2025 | 18:15 WIB
Bagikan
Soroti Kecelakaan Lalu Lintas, Nasir Djamil Dorong Transformasi Digital Korlantas Polri

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia dan mendorong transformasi digital di tubuh Korlantas Polri sebagai solusi strategis guna meningkatkan ketertiban dan keselamatan jalan raya.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasir dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Transformasi Digital Korlantas: Menjawab Tantangan Pelayanan Modern untuk Masyarakat' di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (19/6/2025).

“Untuk melihat kualitas suatu negara, lihatlah bagaimana mereka di jalan. Kalau lalu lintasnya tertib, pengendara disiplin, itu cerminan negara yang berkualitas. Sayangnya di negeri ini, masih banyak yang memilih jalan pintas, tidak tertib, bahkan ada istilah ‘SIM tembak’,” ujar Nasir.

Ia menyoroti lonjakan drastis kecelakaan lalu lintas di tahun 2024, yang menurut data Korlantas meningkat hampir delapan kali lipat dari tahun sebelumnya. Ia memperingatkan agar hal ini tidak diabaikan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Jangan sampai kita mengalami ‘kecelakaan kebijakan’ karena abai terhadap kondisi di lapangan,” katanya.

Sebagai solusi, Nasir mendorong penerapan konsep Police Point Zero, sebuah model layanan kepolisian lalu lintas berbasis teknologi digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas keselamatan pengguna jalan.

Ia menekankan, transformasi digital di sektor lalu lintas harus menjadi refleksi wajah baru kepolisian.

“Transformasi digital penting untuk membentuk wajah baru kepolisian lalu lintas. Kalau ‘rupa’-nya buruk, bukan hanya cermin kita yang retak, tapi juga bisa merusak cermin orang lain. Maka perlu perubahan yang sungguh-sungguh untuk menghadirkan layanan yang lebih baik,” ujarnya.

Nasir juga mengkritisi meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan pertambahan ruas jalan yang memadai. Ia menyoroti kurangnya koordinasi dalam pembangunan jalan, serta kerusakan jalan akibat proyek galian yang tak kunjung diperbaiki.

“Ruas jalan tidak bertambah signifikan, tapi kendaraan bermotor terus masuk. Itu karena ada ‘cuan’ di baliknya. Pemerintah perlu berpikir ulang soal kebijakan industri otomotif dan perencanaan infrastruktur,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor yang nyata, bukan hanya slogan.

“Kita butuh kerja sama, bukan hanya sama-sama kerja. Jalan digali, ditimbun asal-asalan, malam-malam bisa jadi jebakan. Ini semua memperburuk kualitas keselamatan di jalan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Nasir meminta adanya keterbukaan informasi dari Korlantas dan instansi terkait terkait data kecelakaan dan langkah penanganan yang dilakukan.

“Semoga ke depan, dengan adanya keterbukaan dan transformasi digital, kita bisa menghadirkan masyarakat yang lebih tertib di jalan raya, sebagai cerminan bangsa yang berkualitas,” tutupnya. tutup Nasir. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.