Soroti BGN, Lucy Kurniasari: Hamburkan Anggaran Bukan untuk Kebutuhan Prioritas
Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari./visi.news/ist.
"Padahal persoalan utama BGN lebih pada tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang hingga saat ini masih banyak yang belum memenuhi standar," ingat Lucy.
Lucy mengingatkan, tata kelola SPPG masih menghadapi persoalan serius, baik terkait higienitas, sanitasi, dan manajemen operasional.
"Penutupan sementara ribuan SPPG membuktikan tata kelolanya masih belum memadai," imbuh Lucy.
Selain itu, lanjut Lucy, belum semua SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan infrastriktur SPPG yang belum standar.
"Hal ini diduga menjadi penyebab terjadinya banyak kasus keracunan penerima manfaat MBG," ungkap Legislator asal Dapil Jatim 1 ini.
Karena itu, imbau Lucy, BGN seharusnya lebih fokus pada pembenahan SPPG agar kualitas gizi dalam menu MBG terpenuhi.
"Hal ini diperlukan agar tujuan Program MBG untuk perimbangan dan pemerataan gizi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 terwujud," tegas Lucy.
Lucy menuturkan, BGN perlu melakukan hal itu agar program prioritas tersebut berjalan dengan baik dan efisien.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!