Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026

Soroti BGN, Lucy Kurniasari: Hamburkan Anggaran Bukan untuk Kebutuhan Prioritas

Desi Rossilawati
Selasa, 14 April 2026 | 10:48 WIB
Bagikan
Soroti BGN, Lucy Kurniasari: Hamburkan Anggaran Bukan untuk Kebutuhan Prioritas

Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, menilai hanya Badan Gizi Nasional (BGN) menghamburkan anggaran untuk keperluan yang bukan substansi makan bergizi gratis (MBG).

"BGN lebih penting mengadakan 21.801 unit motor senilai Rp42 juta per unit. BGN juga lebih tertarik mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,9 miliar untuk pengadaan 17.000 pasang kaos kaki. Menariknya nilai satu pasang kaos kaki sekitar Rp100.000," kata Lucy kepada para wartawan di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Lucy menyebut, harga per unit motor dan sepasang kaos kaki tampak tak wajar.

"Hal ini membuat pertanyaan liar mengenai harga sebenarnya per unit motor dan sepasang kaos kaki," ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini.

Menurut Lucy, penggunaan anggaran selain untuk menu makanan mengindikasikan adanya upaya penghamburan anggaran.

Lucy menyayangkan, hal itu tak sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam melakukan penghematan anggaran.

"Tentu ironis, di tengah penghematan anggaran di semua kementerian dan lembaga, justru BGN terkesan menghamburkan anggaran untuk yang tidak menjadi prioritas. Padahal anggaran BGN sebagian diambil dari kementerian lain. Hal ini tentu mengusik rasa ketidakadilan bagi kementerian dan lembaga lain," papar Lucy.

Lucy menilai, BGN juga terkesan lebih tertarik untuk pengadaan barang, yang paling mudah menghabiskan anggaran.

"Padahal persoalan utama BGN lebih pada tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang hingga saat ini masih banyak yang belum memenuhi standar," ingat Lucy.

Lucy mengingatkan, tata kelola SPPG masih menghadapi persoalan serius, baik terkait higienitas, sanitasi, dan manajemen operasional.

"Penutupan sementara ribuan SPPG membuktikan tata kelolanya masih belum memadai," imbuh Lucy.

Selain itu, lanjut Lucy, belum semua SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan infrastriktur SPPG yang belum standar.

"Hal ini diduga menjadi penyebab terjadinya banyak kasus keracunan penerima manfaat MBG," ungkap Legislator asal Dapil Jatim 1 ini.

Karena itu, imbau Lucy, BGN seharusnya lebih fokus pada pembenahan SPPG agar kualitas gizi dalam menu MBG terpenuhi.

"Hal ini diperlukan agar tujuan Program MBG untuk perimbangan dan pemerataan gizi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 terwujud," tegas Lucy.

Lucy menuturkan, BGN perlu melakukan hal itu agar program prioritas tersebut berjalan dengan baik dan efisien.

"Untuk itu, BGN harus terus berbenah diri dan mengedepankan transparansi tanpa menghambur-hamburkan uang negara," cetus Lucy.

Dengan demikian, tukas Lucy, BGN tidak menyakiti kementerian/lembaga (K/L) lain yang anggarannya berkurang demi suksesnya program MBG.

"Jangan sampai BGN menjadi Petruk dadi ratu yang dapat menggagalkan program MBG yang mulia ini. Hal itu tentu tak boleh terjadi," pungkas Lucy Kurniasari. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.