Soroti Banjir dan Longsor di Sumut, Ijeck Minta Kementerian PU Siapkan Mitigasi Maksimal
Selain itu, Ijeck mengusulkan pembangunan retaining wall (dinding penahan tanah) di ruas-ruas yang kerap dilanda longsor.
Ia mencontohkan efektivitas struktur tersebut di Jalan Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan yang kini minim kejadian longsor setelah dibangun dinding penahan.
Terkait banjir rob yang rutin melanda Medan Utara dan Belawan, Ijeck meminta agar rencana normalisasi Danau Siombak sebagai area tampungan air segera direalisasikan.
Ia menyebutkan bahwa tanggul yang sudah dibangun sebelumnya tidak efektif karena terlalu rendah, sehingga air justru menggenangi permukiman warga.
“Setiap bulan masyarakat kebanjiran. Benteng yang ada tidak cukup tinggi sehingga permukiman berubah menjadi kolam. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.
Politisi asal Sumatera Utara tersebut juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas drainase di daerah dengan kemiringan tertentu, karena banyak saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan tinggi.
Dalam kesempatan itu, Ijeck turut menyinggung persoalan penawaran proyek dengan harga terlalu rendah dalam proses lelang. Menurutnya, praktik 'banting harga' berisiko menurunkan kualitas pekerjaan, menyebabkan proyek terbengkalai, dan memicu pekerjaan ulang yang justru menambah biaya negara.
“Sering kali proyek ditinggalkan karena tidak menguntungkan, atau speknya dikurangi. Akhirnya masyarakat dirugikan dan biaya membengkak,” ucapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!