Soroti Anjloknya Industri Baja Nasional, Adisatrya Dorong BUMN Garap Tambang Iron Ore
“Kalau terlalu berat bagi swasta, maka BUMN harus hadir. Apalagi Krakatau Steel sebagai salah satu konsumen terbesar juga merupakan BUMN. Harusnya bisa bersinergi,” katanya.
Adisatrya turut menyoroti rendahnya konsumsi baja per kapita Indonesia. Pada 2023, konsumsi baja nasional tercatat sekitar 60 kg per kapita, jauh tertinggal dari Malaysia dan Thailand yang telah melampaui 200 kg per kapita.
“Ruang pertumbuhan sebenarnya besar sekali. Jika ekonomi membaik, pembangunan infrastruktur dan properti pasti meningkat, dan itu akan mendorong permintaan baja nasional,” paparnya.
Ia menegaskan perlunya pasokan bahan baku yang reliable dan konsisten agar industri baja dapat meningkatkan kapasitas produksi tanpa ketergantungan impor.
Melihat tren yang ada, Komisi VI DPR RI mengaku gelisah atas lambatnya perkembangan industri baja nasional. Solusi jangka panjang dinilai sangat dibutuhkan agar Indonesia tidak terus bergantung pada baja impor.
“Kami berharap ke depan kebutuhan raw material dapat dipenuhi dari tambang dalam negeri. Pertanyaannya, apakah BUMN bisa menjadi alternatif jika swasta enggan masuk? Ini yang kami bahas bersama para ahli,” tutupnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!