Soal Dukungan ke Capres, Barisan Relawan Jokowi Tunggu Arahan Presiden
VISI.NEWS | JAKARTA - Ditetapkannya Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) dari PDI Perjuangan, banyak yang menspekulasikan bahwa Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) akan mengikuti keputusan partai. Namun secara tegas hal itu dibantah pengurus pusat BaraJP.
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP BaraJP W. Frans Ansanay menegaskan, BaraJP tetap setia kepada Jokowi dan akan bersama Jokowi sampai akhir.
“Kita harus katakan bahwa BaraJP itu bukan partai politik, bukan PDI Perjuangan. Kami ini adalah relawan pak Jokowi. Setia sampai akhir bersama pak Jokowi,” ujar Frans, dalam keterangannya Minggu (23/4/2023).
Disinggung bagaimana sikap BaraJP setelah PDI Perjuangan menetapkan Ganjar Pranowo, Frans menyebutkan bahwa BaraJP menghormati keputusan partai manapun dalam menentukan Capresnya. Hanya saja, BaraJP akan tetap setia dan satu komando bersama Jokowi.
“Terkait capres atau cawapres, BaraJP menunggu arahan Jokowi. BaraJP sebagai relawan sulung Jokowi akan selalu bersama Jokowi sampai akhir,” tegasnya.
Sementara terkait soal diterbitkannya maklumat olah BaraJP, Frans menjelaskan jika terbitnya maklumat adalah sebagai bentuk persiapan BaraJP menyongsong tahun politik 2024.
“Kita akan tetap berkiprah di tahun politik 2024. Kekuatan BaraJP sendiri sangat besar, yang mana BaraJP ada di 34 provinsi dan 15 negara,” katanya.
Sekedar diketahui, BaraJP mengeluarkan maklumat dengan isi sebagai berikut:
Maklumat BaraJP 21 April 2023
Untuk dan atas nama perwujudan juang BaraJP sebagaimana takdir kelahirannya serta terus terjaga marwah panggolan sejarahnya, sata Gustaaf AC Patty (Utje) selaku Mandataris Kongres Luar Biasa BaraJP 2021 dengan ini:
Menimbang
- Loyalitas tertinggi BaraJP adalah Jokowi sebagai presiden terbaik yang lahir dan berasal dari kehendak rakyat serta adanya aspirasi masih diingkan oleh segenap raykat;
- Secara konstitusi yang berlaku, bahwa Pilpres 2024 adalah kewenangan Parpol untuk menentukan Capres/Cawapres;
- Panggilan kesejarahan BaraJP sebagai kekuatan politik rakyat yang harus terus berlanjut maka BaraJP dipandang perlu untuk adaptif agar mampu eksis dalam berpartisipasi sekaligus mampu mengatasi segala perkembangan terhadap realita politik yang bakal terjadi.
Mengingat
Kewenangan yang diberikan kepada Ketua Umum terpilih hasil KLB 2021 BaraJP selaku Mandataris Kongres.
Memperhatikan
- Segala aspirasi yang muncul dan berkembang di internal kepengurusan BaraJP;
- Kondisi sosial politik yang terjadi di masyarakat;
- Dinamika Pilpres 2024 yang terjadi dalam berbagai bentuk manuver yang dimainkan para elit politik maupun parpol serta berbagai pihak berkepentingan.
Maka dengan segala kewenangan yang diberikan oleh Kongres Luar Biasa BaraJP 2021 saya:
- BaraJP tetap memperjuangkan kemungkinan Jokowi kembali menjadi presiden guna melanjutkan cita-cita pembangunan yang belum selesai akibat terhalang oleh dampak Covid-19 dan resesi global geopolitik dampak dinamika internasional, untuk tujuan ini maka Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) menjadi GERAKAN yang bersifat Komando dipimpin oleh Gustaaf AC Patty (Utje);
- Menghadapi realitas politik 2024 serta tahapan pemilu (Pilpres, Pileg, Pilkada) sesuai amanat konstitusi dan agenda kenegaraan pemerintah maka agar tetap berperan sebagai gerakan kerelawanan, maka Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) dimpimpin oleh Sihol P Manullang;
- Srikandi BaraJP/Srikandi Jokowi adalah elan perjuangan serta wadah perempuan dalam gerakan kerelawanan yang tetap dipimpin oleh Evilia (Vivi);
- Maklumat ini akan disampaikan di Rapimnaa BaraJP, pada 15 Juni 2023 (10 Tahun BaraJP) Untuk mendapatkan penguatan konsolidasi Organisasi untuk selanjutnya Di rekomendasikan secarra legal formal sesuai PO/AD/ART
Sebelumnya, dukungan Jokowi 3 digelorakan BaraJP. Hal tersebut dilontarkan langsung Ketua Umum BaraJP, Utje Gustaaf Patty, pada Konferansi Daerah (Konferda) DPD Bara JP Jawa Tengah di Vila Hening Griya Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, lalu.
Utje menjelaskan, konferda dan konfercab penting dilaksanakan terlebih menjelang pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) tahun 2024.
“Konsolidasi ini guna menjaring suara masyarakat untuk disampaikan ke pemangku jabatan di Jakarta dan provinsi. Namun yang paling penting agenda 2024, Jokowi, tiga periode,” ungkap Utje.
Terkait dengan konstitusi yang sampai saat ini belum memperbolehkan tiga periode, menurutnya hal itu dinamis.
“Karena konstitusi kita pernah diamandemen 4 kali. Bara JP juga tetap komitmen mendukung Jokowi. Terkait dengan alasan mendukung Jokowi tiga periode untuk Indonesia kedepan karena selama di era Jokowi banyak perubahan, dan pembangunan merata,” bebernya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!