SMA KP 2 Ciparay Tetap Laksanakan Study Tour, Meski Gubernur Jabar KDM Sudah Melarang
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 3 Maret 2025 | 17:55 WIB
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Kegiatan Study Tour di berbagai sekolah seperti SD, SMP hingga SMA/K kerap menjadi sorotan dari berbagai pihak. Tak sedikit juga yang menilai kegiatan tersebut hanya menghambur-hambur kan uang dan bukan fokus pada pengembangan pendidikan.
Salah satu yang menuai polemik terjadi di SMA KP 2 Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Menurut informasi yang diterima VISI.NEWS Senin (3/2/2025).
Para siswa kelas 10 melaksanakan study tour ke Yogyakarta selama 3 hari dengan biaya masing-masing siswa sebesar Rp 850.000.
"Yang anehnya, siswa yang tidak ikut kesana, namun tetap disuruh bayar sebesar Rp 425.000. Infonya dari 200an siswa kelas 10, sekitar 50 orang ga ikut study tour. Ada yang udah bayar, ada yang baru bayar Rp 100.000, ada juga yang belum bayar. Sampe saat ini pun masih ditagih," kata sumber yang enggan disebut namanya.
Diketahui dalam surat edaran dari pihak sekolah, tujuan study tour ini ke batik griluyo, monumen Yogya kembali, Candi Prambanan dan pantai gumuk pasir yang sudah dilaksanakan pada tanggal 15 Februari.
Selain itu, masalah yang juga menjadi perbincangan di sekolah tersebut, yakni tentang adanya uang akhir tahun sebesar Rp. 1.300.000.
"Kita harus bayar uang akhir tahun 1,3 jt, dan itu termasuk uang untuk ujian praktek, nah sedangkan kita saat ujian praktek, properti dan segalanya disuruh bayar lagi sendiri sebesar 200rb, gimana maksudnya," ucapnya.
Disisi lain, aturan ini sudah disampaikan oleh Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin beberapa waktu yang lalu. Kemudian saat ini juga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan kegiata study tour kunjungan ilmiah, hingga kunjungan industri yang biasa dilakukan SMA/SMK, tegas dilarang.
Hal ini disampaikan KDM sapaan akrabnya tersebut, melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram resminya.
KDM mengungkapkan, larangan itu berlaku bagi apapun kegiatan yang berkaitan dengan study tour yang membebani keuangan orang tua siswa. Pasalnya, selama ini biaya study tour selalu dibebankan secara penuh kepada pihak wali murid.
Pihaknya juga menyebut bahwa selain membebani para orang tua siswa, permasalahan juga sering terjadi soal keamanannya.
"Ya tidak aman, jaminan keselamatan terhadap siswa, kemarin banyak korban jiwa kecelakaan SMK di Depok. Itu adalah pelajaran penting bagi kita semua agar tidak mengulangi peristiwa yang sama," ujarnya.
KDM juga bahkan tak segan, jika memang masih ada sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan study tour ke luar provinsi, dikenai sanksi tegas dan bisa dicopot.
@gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!