SKETSA | Yudistira

ED
Rabu, 11 Mei 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Yudistira

Setelah Pandawa ditelanjangi, Duryodana menyuruh Drupadi datang ke arena permainan, sebagai budak yang telah diperoleh melalui taruhan. Drupadi diseret secara paksa oleh Dursasana, adik dari Duryodana. Dursasana mencoba menelanjanginya, namun berkat pertolongan gaib dari Kresna, kain yang dikenakan Drupadi tidak pernah habis meski terus-menerus ditarik. Menyadari bahwa ide Sengkuni itu jahat dan masa depan keluarganya akan hancur, Dretarastra pun mengembalikan semua yang telah dipertaruhkan Yudistira, termasuk kebebasannya. Namun, hal itu menyebabkan kekecewaan besar bagi Duryodana. Akhirnya diadakanlah permainan dengan taruhan bahwa yang kalah harus hidup di tengah hutan selama 13 tahun. Sebagaimana permainan sebelumnya, Yudistira pun kalah. Akhirnya para Pandawa beserta istri mereka menjalani apa yang telah dipertaruhkan, terusir dari Astina, mengembara ke hutan Amarta. Indraprasta kemudian dikuasai Duryodana dan ke 99 adiknya.

Sampai hari ini saya bertanya-tanya bagaimana Yudistira dapat begitu mudah untuk ikut bujukan Sengkuni bermain dadu. Pertanyaan berikut adalah sebagai orang sakti, mengapa Yudistira tidak menyadari sedang dikelabuhi Sengkuni yang dengan ilmunya dapat mengatur hasil dadu sesuai keinginannya. Pertanyaan selanjutnya, alangkah teganya Yudistira mempertaruhkan adik-adiknya dan juga istrinya di meja judi. Apalagi Yudistira itu seorang ahli agama berkat berguru kepada Krepa. Dalam pewayangan Jawa, Yudistira mempunyai azimat yang bernama Jamus Kalimasada yang berguna untuk melindungi dirinya dari kejahatan. Menurut Kakawin Bharatayuddha yang ditulis tahun 1157, Kalimasada bermakna “obat mujarab Dewi Kali”. Begitu Islam mulai menyebar luas di Jawa, Kalimasada ditafsirkan sebagai “Kalimah Syahadah”, sebagai pengakuan terhadap Tuhan kaum Muslim.

Terlepas dari segala azimat dan kesaktian yang dimiliki, serta positioningnya sebagai orang paling jujur dan bijaksana, tak dapat dipungkiri Yudistira itu ternyata seorang penggila judi. Hal yang tidak banyak diekspose oleh para dalang. Dunia pewayangan selalu menyalahkan Sengkuni yang mencurangi Yudistira, tetapi kenyataannya anak tertua Pandu itu kalau berjudi jangankan harta tapi juga tahta, saudara bahkan istri bisa jadi taruhan. Dan itu dia lakukan dua kali. Dalam permainan pertama dia kalah dan kehilangan segalanya termasuk kekayaan, kerajaan dan saudara serta istri, tapi diselamatkan oleh Dretarastra yang meminta Kurawa mengembalikan seluruh yang mereka menangkan. Yudistira menerima ajakan untuk bermain dadu sekali lagi dengan taruhan yang kalah harus mengasingkan diri selama 13 tahun, dilanjutkan dengan ekstra 1 tahun untuk menyamar. Bila ditemukan saat menyamar maka harus mengulang kembali mengasingkan diri 13 tahun lagi. Dan Yudistira yang tidak belajar dari pengalaman, kembali kalah. Begitu parahnya kecanduan Yudistira pada judi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.