SKETSA | Xerxes
Xerxes dilantik untuk menggantikan ayahnya pada Desember 486 SM. Begitu ia menjadi Raja, Xerxes langsung memimpin pasukan untuk memulihkan ketertiban. Pemberontakan di Mesir segera dipadamkan pada Januari 484 SM. Selain Mesir, ada juga kerusuhan di Babel yang berlangsung dua kali. Pemberontakan pertama pecah pada bulan Juni 484 SM dan dipimpin oleh Bel-shimanni. Pemberontakan Bel-shimmani berumur pendek, hanya berlangsung selama dua minggu. Dua tahun kemudian, muncul pemberontak lainnya di Babel, namanya Shamash-eriba. Dimulai pada musim panas 482 SM, Shamash-eriba merebut Babel dan kota-kota terdekat lainnya, seperti Borsippa dan Dilbat, dan kerusuhan baru dipadamkan pada Maret 481 SM setelah pengepungan Babel yang panjang. Penyebab pembelotan di Babel adalah Babilonia merasa sebagai entitas yang terpisah dari Persia. Setelah Babel jatuh, Xerxes memecah Babilonia menjadi kecamatan-kecamatan kecil.
Setelah semua pemberontakan dipadamkan, Xerxes mulai mempersiapkan tentaranya untuk penyerangan Yunani. Langkah awal adalah membangun kembali bala tentara ayahnya yang porak poranda karena dihajar oleh para pemberontak di Mesir dan Babel. Ia butuh 4 tahun untuk membangun kembali pasukannya. Paralel dengan itu, ia menyusun rute perjalanan menyusuri pinggiran laut Aegean agar bisa sampai ke Athena. Rute yang dipilih bukan hanya dengan kapal laut seperti yang biasa dilakukan kerajaan-kerajaan di sekitar Mediterania. Tetapi ada kaveleri yang memutar dari Sardis menuju ke Utara. Sampai di Hellespont, ada sebuah selat yang harus diseberangi untuk dapat mencapai Thrace. Agar cepat, Xerxes membangun jembatan ponton di selat itu. Barangkali itulah jembatan ponton yang pertama di dunia agar selat itu dapat dilalui oleh pasukan berkuda Persia. Begitu mencapai Thrace, Xerxes menyimpan perbekalan di sepanjang Thrace sampai Macedonia. Penyerangan dilakukan berjamaah dengan menggunakan prajurit banyak negara dari seluruh kekaisaran besar multi-etnis, termasuk Asyur, Fenisia, Babilonia, Mesir, Yahudi, Macedonia, Thrace, Paeonian, Achaean, Ionia, penduduk pulau Aegea, Aeolian, Pontus, Colchian, termasuk bala bantuan dari India. Dengan itu Xerxes bisa melintasi Thessaly dan masuk sampai Thermopylea dan Delphi, pintu gerbang Athena.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!