SKETSA | Will Smith
Beberapa hari setelah acara pembagian piala Oscar, Academy of Motion Picture Arts & Sciences mengumumkan bahwa mereka telah “memulai proses pendisiplinan” terhadap Smith. Walau aktor tersebut telah mengundurkan diri dari Academy, presidennya - David Rubin - mengatakan bahwa, Smith telah melakukan pelanggaran Standar Perilaku dan Academy akan terus melanjutkan proses disipliner yang dapat berupa pengusiran permanen. Artinya Will Smith tidak bisa bermain film untuk seterusnya. Gawat yah.
Chris Rock masih belum berkomentar sejauh ini soal ‘insiden penabokannya’ minggu lalu. Ia cuma mengatakan, sebagai pembawa acara - lelucon-lelucon yang ditampilkannya di panggung sudah ditulis, dipersiapkan dan dipikirkan jauh sebelumnya. Sejauh pengamatan saya, menganalogikan Jada Pinkett Smith dengan Letnan Jordan O’Neil dalam film “G.I. Jane” (diperankan oleh Demi Moore) bukanlah penghinaan. Film yang diproduksi tahun 1997 itu bercerita tentang upaya perlawanan O’Neil dalam menyiasati ketidaksetaraan gender yang terjadi di US Navy SEALSs (kalau di Indonesia namanya Marinir). Agar lulus dan bisa menjadi prajurit SEAL, O’Neil tidak mau diistimewakan. Ia membotaki dirinya dan berlatih push up dengan keras. Sehingga ia dapat push up dengan bertumpu pada 1 jari telunjuk saja. Padahal untuk kita yang sukanya mengkonsumsi minyak goreng, para lelaki yang sudah kegendutan ini, push up dengan 2 tangan dan 10 jari saja sudah berat. Botaknya Jada itu, bagi Chris suatu kehebatan, karena mirip dengan tokoh emansipasi wanita, dan karenanya layak meneruskan film lanjutan G.I. Jane, yaitu G.I. Jane 2 (kalau ada). Sebetulnya kelakar semacam ini masuk dalam lelucon cerdas juga. Tetapi kan ya, namanya juga suami, bisa sensi kalau istrinya diledekin.
Sebagai pecinta film, saya juga kecewa dengan kelakuan kasar Will Smith ini, karena pemberitaan insiden Oscar langsung menutup kisah tentang film itu sendiri. “King Richard” yang Will Smith mainkan adalah kisah kakak beradik superstar tenis wanita, Venus dan Serena Williams, yang dilatih oleh ayahnya, Richard Williams, dengan disiplin keras. Karenanya ia dijuluki sebagai King Richard. Pasti merupakan film yang menarik. Kasihan juga produser film tersebut, promo filmnya tertutup dengan cerita buruk.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!