SKETSA | Waktu
Sementara Stephen Hawking mengatakan ruang – waktu mulai ada ketika dentuman besar (Big Bang) terjadi, munculnya semesta bertepatan dengan terjadinya ruang – waktu. Setelah dentuman besar, seluruh benda terlempar dari inti ledakan dan tersebar dalam gerakan yang disebut Expanding Universe. Jadi, waktu 0 itu sebenarnya pernah ada, ketika alam semesta dimulai pembentukannya – yaitu 13,7 Milyar tahun lalu.
Manusia sekarang tidak perlu lagi mereferensikan pewaktuan dirinya dengan peristiwa 13,7 Milyar tahun lalu itu, karena ia tidak mengalami dentuman besar. Yang terjadi adalah waktu fenomenal, yaitu waktu yang terkait dengan peristiwa-peristiwa dalam dirinya sendiri ketika ia mulai bertemu dengan dunia. Menurut Jacques Lacan, kejadian itu bermula ketika manusia berumur 4 tahun. Saat manusia berkenalan dengan rasionalitas dan bahasa, serta dunia yang membentuk (menempa, forging) dirinya menjadi manusia. Kita tidak bisa mengingat apa yang terjadi sebelum usia 4 tahun. Tahun 0 manusia adalah ketika ia berumur 4 tahun, yaitu tahun fenomenal. Ketika ia mulai paham akan tubuhnya. Dan ia berbeda dengan orang lain, ia menyadari tubuhnya terpisah dari jasad ibunya yang selama ini selalu dekat padanya.
Relasi yang menyambungkan diri seseorang dengan dirinya yang dahulu adalah kenangan. Namun kenangan itu juga bukan suatu rekaman peristiwa. Bukan suatu file utuh yang masih tersimpan dalam memori otak. Ternyata file-file itu telah corrupt oleh persepsi. Misalnya begini, ketika kecil - saya merasa jalan di depan rumah kakek adalah jalan raya yang besar, karena tubuh yang masih mungil di masa lalu. Namun setelah besar dan dewasa, jalan di rumah kakek saya ternyata sebuah gang sempit yang (sekarang) kumuh. Memori lama itu kemudian dinyatakan salah oleh datangnya persepsi yang baru.
Karena itu apalah artinya masa lalu? Masa yang terasa indah karena waktu itu kita masih muda, langsing, berkulit halus dan ganteng, serta tidak memikirkan soal pekerjaan dan ekonomi. Ketika kita bertemu lagi dengan tokoh-tokoh masa lalu, kita akan terkejut, karena pacar kita yang dalam memori terlihat cantik dan sexy, ternyata (sekarang) adalah wanita yang gembrot dan penuh uban. Kita sendiri pun sudah berubah tua, serta penuh kerut karena selalu memikirkan kecukupan uang untuk sekolah anak. Karenanya, masa lalu itu lebih bersifat fiksi ketimbang fakta. Masa lalu adalah suatu kesalahan memori karena tergerus oleh persepsi dan cara berfikir masa kini. Masa silam adalah suatu yang ada sekaligus tiada. Sementara masa depan, bentuknya tidak diketahui secara pasti, bisa jadi kita dapat memprediksinya, namun terbatas. Dan tanpa terasa, tiba-tiba kita sudah berada di masa depan yang telah berubah status menjadi masa sekarang.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!