SKETSA | WAG
WA terlihat modern dan fiturnya melampaui BB, bisa melakukan segala macam operasi dan yang paling hebat itu menciptakan percakapan dalam grup atau WhatsApp Group (WAG) yang BB tidak punya. WAG itu yang membuat pergeseran kategori services, dari semula WA dipakai untuk alat percakapan, berubah menjadi media sosial, bersanding dengan Facebook dan Instagram. Karena melalui WAG kita bisa mengkluster orang lain yang sedang melakukan hal/pekerjaan yang sama atau hobi yang sama atau ideologi yang sama. Ideologi itu yang berat. WAG menjadi tempat penyaluran dan penyebaran hasrat mempengaruhi dan menguasai orang lain agar seiring sejalan dan sependirian. Dengan itu WAG dijadikan alat kampanye dan gerakan politik. WAG kemudian bisa menyingkirkan orang yang tidak sepaham, yang tidak setuju dengan ‘group think’ akan terpental. Fitur-fitur WA itu juga yang kemudian melampaui domain handset/handphone/BB bergeser menjadi paradigma Smartphone, telpon pintar.
Masalahnya, Smartphone itu kalau kebanyakan grup WA kerjanya bisa lemot. Di zaman sekarang begitu banyak grup WA diciptakan untuk tujuan-tujuan tertentu, temporary atau seumur hidup. Kalau WAG yang menyangkut teman-teman alumni SMA, mahasiswa, atau keluarga, itu nampaknya akan seumur hidup. Ada sebuah sekolah yang kami bersama-sama masuk, sekelas ada 42 mahasiswa. Setahun kemudian, 21% anggotanya pindah ke sekolah lain, termasuk saya. Dan setelah 40 tahun kami merunut kembali seluruh anggotanya, ada 10% yang sudah meninggal dunia. Jadi, cuma 69% yang survive, lulus dari sekolah itu. Mereka kini sudah tua, botak atau ubanan. Yang perempuan, 40 tahun lalu cantik dan sexy - sekarang sebagian besar gembrot, berjilbab dan berkacamata tebal. Sudah pasti sekolah itu bermutu jelek, karena tidak sanggup membuat mahasiswanya terus ganteng, tegap, langsing, cantik dan sexy. Beruntung saya buru-buru keluar dari sekolah itu. Itu semua dapat terangkum dalam WAG, menjadi cerita sarapan pagi.
Banyak WAG yang isinya politik, ada yang temanya mendukung si J atau anti J. Kalau punya kedua WAG pasti akan pusing kepala, mana yang harus diikuti. Mendingan WAG model begitu didelete saja. Daripada bikin Smartphone lelet karena begitu banyak meme, foto, video, link yang disampaikan dan ujungnya membebani kerja hp. Di tempat saya, ada WAG yang isinya seni. Itu terpecah-pecah lagi - ada yang khusus anak muda: sukanya new media, ada orang tua: sukanya painting, ada juga WAG isinya dagang artwork. Dengan begitu banyak urusan, sebaiknya pilih salah satu grup saja yang betul-betul penting.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!