SKETSA | Sarinah
Pembangunan Sarinah dananya berasal dari pampasan perang Jepang senilai USD 223,08 juta pada tahun 1958. Selain Sarinah, ada beberapa proyek yang dibangun dari dana pampasan perang itu, antara lain jembatan yang melintasi Sungai Musi di Sumatera Selatan (Jembatan Ampera) yang diselesaikan pada Mei 1965 dengan biaya USD 11,78 juta. Bangunan prestisius lainnya adalah empat hotel besar yaitu di Jakarta (Hotel Indonesia ), Hotel Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, Hotel Ambarukmo di Yogyakarta dan Hotel Bali Beach di Sanur. Sarinah diresmikan tanggal 15 Agustus 1966. Sayangnya ketika itu Bung Karno sudah tidak bisa hadir karena ia terkena tahanan rumah oleh Suharto.
Hal yang mengejutkan pada saat renovasi Sarinah adalah ditemukannya relief patung batu yang tertutup tembok. Patung tersebut memunculkan spekulasi karena beberapa hal, adanya dugaan patung tersebut menggambarkan sosialisme yang menjadi ideologi idaman Soekarno sehingga harus ditutup. Patung itu bergaya kubisme, padahal kubisme merupakan aliran Barat yang dibenci oleh Realisme Sosialis di era Stalin (setelah Nikita Krushchev menjadi pemimpin Rusia, kebencian akan senirupa Barat kemudian dilonggarkan). Dan patung itu tidak jelas siapa pembuatnya. Relief berukuran 12 x 3 meter tersebut menggambarkan petani, nelayan dan perempuan yang membawa barang dagangan. Menurut dugaan, relief ini dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi gedung (1962-1966), yang menampilkan sosok para petani, nelayan dan perempuan berdagang, melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah. Usai peristiwa kebakaran di gedung Sarinah pada tahun 1984, terjadi perombakan yang mengubah konsep dan desain Sarinah, sehingga relief tersebut tidak dimunculkan.
Setelah direnovasi oleh Menteri Erick Thohir, maka fungsi Sarinah dikembalikan sesuai aslinya yaitu mengedepankan produk dalam negeri dan UMKM. Sehingga gerai luar negeri seperti McDonald harus hengkang dari Sarinah. Sebagai gantinya, gerai-gerai yang ada harus mencerminkan karya anak bangsa seperti Suwe Ora Jamu dan Gudeg Yuk Jum asal Yogyakarta. Memang pembukaan Sarinah ini menjadi tempat baru orang Jakarta untuk exist berfoto-ria. Banyak lokasi-lokasi yang Instagramable untuk berselfie.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!