SKETSA | Salman Rushdie
Ada episode pendek dalam novel yang mengisahkan tokoh bernama Ayesha, yang diceritakan sebagai gadis muda yang menjadi istri Mahound, dan di situlah awal mula sistem poligami dalam kepercayaan yang disebarkan oleh Mahound. Sekuens ketiga mengisahkan tentang seorang pengikut Mahound, yaitu juru tulisnya dari Turki, yang mencatat semua syair yang diutarakan oleh Mahound. Karena wahyu yang disampaikan kepada Mahound dibacakan seperti puisi sesuai dengan tradisi oral masyarakat saat itu. Juru tulis tersebut menjadi benci dengan Mahound karena ia beberapa kali menyelamatkan Mahound dan pengikutnya namun tidak pernah diakui jasanya. Kemudian, bibit ketidakpercayaannya itu membuatnya menguji apakah benar wahyu Mahound berasal dari malaikat. Diceritakan ia mengubah beberapa kata-kata kecil pada saat ia mencatat apa yang dikatakan Mahound tanpa sepengetahuan Mahound. Hasilnya ternyata Mahound yang mendengar ulang apa yang dituliskan tidak menyadari perubahan yang terjadi. Sang juru tulis akhirnya berkesimpulan bahwa wahyu tersebut tidak lain adalah hasil rekaan Mahound sendiri.
Tentu saja novel “The Satanic Verse” itu membuat kaum Muslimin naik pitam. Nama-nama dan jalan cerita yang dibuat Rushdie memang mirip dengan Nabi Muhammad dengan versi yang diselewengkan. Buku itu dilarang di Iran sejak 1988, hadiah USD 2,8 juta juga ditawarkan bagi siapa saja yang membunuh Rushdie. Pada tahun 2012, sebuah yayasan keagamaan semi-resmi Iran menaikkan hadiah untuk kematian Rushdie menjadi USD 3,3 juta. Pada komunitas Muslim di luar Iran, novel ini menghasilkan kontroversi yang luar biasa. Buku ini tidak boleh beredar di India, dan dibakar dalam suatu demonstrasi di Inggris. Novel ini juga menyulutkan kerusuhan di Pakistan pada tahun 1989. Semua itu telah membuat Pemerintah Inggris menempatkan Rushdie di bawah perlindungan polisi. Walau demikian di Inggris sendiri novel itu diterima dengan baik oleh para kritikus, dan menjadi finalis Booker Prize tahun 1988, walaupun dikalahkan oleh “Oscar and Lucinda” karya Peter Carey yang memenangkan Whitbread Award 1988 untuk novel terbaik tahun itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!