SKETSA | Kunti
Sejak peristiwa itu Kunti dititipkan ke pamannya yang bernama Kuntiboja. Sebenarnya nama asli Kunti adalah Prita. Orang mulai menyebut dirinya dengan Kunti setelah ia tinggal dengan pamannya itu. Maksud Surasena menitipkan anaknya ke Kuntiboja agar tidak berbuat aneh-aneh lagi sebagaimana remaja gaul pada umumnya. Namun dalam peralihan Kunti dari remaja menjadi gadis, terlihat daya tarik fisiknya yang luar biasa, dengan dadanya yang membusung dan bokong samlohei. Kecantikan Kunti ini tersebar luas ke seluruh India sehingga banyak para Raja dan Pangeran melamarnya. Selain cantik, Kunti tidak sombong. Kalau orang ingin berbicara dengannya, Kunti mendekati wajahnya, seperti terlihat mesra begitu. Padahal itu merupakan kompensasi atas pendengarannya yang kurang baik sejak melahirkan.
Untuk menghindari ancaman dari raja-raja lain disamping untuk menghindari perpecahan, kerusakan dan perang antar kerajaan karena Raja-Raja itu memperebutkan Kunti untuk dijadikan permaisuri, maka Kuntiboja mengadakan sayembara. Bunyi sayembara itu adalah barangsiapa yang berhasil mengalahkan kesaktian Bambang Soda, anak dari Kuntiboja, kakak angkat Kunti, maka ia berhak untuk membawa Kunti ke kerajaannya sebagai hadiah.
Undangan sayembara itu telah membuat Pandu, Raja Astina, tertarik. Bersama rombongannya, para Punakawan, yang terdiri atas Semar, Astrajingga alias Cepot dan Dawala alias Petruk mereka berjalan ke arah Selatan, menyusuri hutan, menuju sebuah stadion di Mathura, tempat pertandingan dilangsungkan. Dalam perjalanan menembus rimba yang lebat, mereka dihadang oleh para Raksasa. Terjadi perang tanding yang seru antara Punakawan dan Raksasa. Dengan kesaktiannya, Cepot dapat menghajar salah satu Raksasa sampai muntah bakmi lengkap dengan baksonya. Sarapan pagi di pinggir hutan pada tukang bakmi langganan akhirnya terbuang sia-sia.
Singkat cerita, setelah berhasil mengalahkan Bambang Soda, Pandu yang tampan itu akhirnya dapat memboyong Kunti ke Astina. Dari Kunti Pandu mendapat tiga anak laki-laki, yaitu Yudistira, Bima dan Arjuna. Di kemudian hari, Pandu yang ganteng itu kepincut dengan Madri. Setelah mendapat izin berpoligami dari Kunti, akhirnya Madri dibawa ke KUA untuk mengesahkan perkawinannya. Dari Madri, Pandu mendapatkan anak kembar, Nakula dan Sadewa. Kelima anak Pandu itulah yang nantinya menjadi Pandawa Lima, tokoh hero dalam cerita Mahabrata. Sayangnya ketika itu Marvel belum ada, sehingga Pandawa Lima tidak dapat bergabung dengan Avengers, kumpulan tokoh superhero seperti Iron-Man, Captain America, Thor, Hulk, Spider-Man, Black Panther, dan Doctor Strange.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!