SKETSA | Johnny Depp
Amber Heard berperan sebagai Mera dalam sejumlah film DC, seperti Justice League (2017) dan Aquaman (2018). Kehadirannya dalam proyek tersebut memicu perpecahan di kalangan netizen, bahkan ketika trailer Snyder's Cut dirilis pada 2020. Nama Emily Blunt kemudian muncul digadang-gadang sebagai pengganti Heard untuk memerankan Mera di Aquaman 2. Pihak studio juga mengaku mempertimbangkan keputusan untuk mengganti Heard. Namun hingga kini, Warner Bros tak mengeluarkan pernyataan resmi soal nasib Amber Heard di Aquaman 2. Info terbaru, mereka mengumumkan jadwal tayang Aquaman 2 diundur menjadi 17 Maret 2023.
Kasus semacam Johnny Depp yang difitnah Amber Heard pernah terjadi juga di Indonesia, yaitu ketika Gofar Hilman, seorang presenter yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Hafsyarina Sufa Rebowo atau Syerin. Setelah sembilan bulan Gofar menderita karena diputus kontraknya oleh Stasiun TV, kemudian Syerin mengatakan perundungan seksual itu sebenarnya tidak terjadi dan hal tersebut hanya berdasarkan delusi dan imajinasi. Namun berbeda dengan Johnny Depp, Gofar sudah ikhlas memaafkan dan berharap kejadian ini dapat memberikan pelajaran terhadap orang yang bersangkutan, dan menjadi pelajaran untuk banyak orang agar lebih bertanggung jawab dalam memakai media sosial. Syerin telah melakukan permintaan maaf lewat video, ia mengatakan, dirinya terpancing dari cerita-cerita seksual lain, kemudian ada delusi atau dorongan imajinatif internal untuk menceritakan hal tersebut kepada publik melalui Twitter. Dalam video itu ia meminta maaf kepada Gofar Hilman dan keluarganya, karena tak menyangka bahwa cuitan itu akan viral dan membuat heboh. Dulu ia ingin buru-buru meminta maaf karena telah mencemarkan nama Gofar, tapi di sisi lain ada rasa takut dan bingung. Syerin akhirnya meminta maaf 9 bulan kemudian setelah didesak kedua orang tuanya yang sudah mengetahui ia mengidap delisional.
Dalam dunia yang sangat menghargai perempuan dan suaranya lebih didengar ketimbang laki-laki, menyalahgunakan kepercayaan masyarakat seperti ini sangat berbahaya. Karena jika ada kasus-kasus yang serupa, orang kemudian jadi ragu akan kebenaran laporan perundungan dan KDRT. Kiranya kasus Amber dan Syerin tidak perlu terulang lagi.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!