SKETSA | Johnny Depp
Di tahun 2020, Depp membawa penerbit The Sun ke pengadilan di Inggris atas pencemaran nama baik. The Sun menafsirkan artikel The Washington Post tahun 2018 itu sebagai Depp melakukan kekerasan terhadap Amber. Dalam saat yang sama Depp menggelar dua tuntutan perkara, satu dengan The Sun di London, satu lagi dengan Amber di Virginia. Dalam pengadilan Virginia, Depp membantah semua klaim pelecehan. Amber mengklaim pada suatu saat Depp mengancam akan membunuhnya “berkali-kali.” Sementara pengadilan Inggris berkeputusan bahwa tabloid The Sun “secara substansial benar,” dan banding Depp ditolak.
Sidang kasus pencemaran nama baik Depp terhadap Amber dimulai di Virginia pada 12 April 2022. Pengacara Amber mengatakan dalam awal sidang bahwa Depp “akan mencoba mengubah kasus ini menjadi sebuah opera sabun.” Depp bersaksi tentang pengalamannya tumbuh dengan ibu yang kasar, perjuangannya dalam penyalahgunaan obat terlarang dan hubungannya yang kacau dengan Amber. Depp mengakui bahwa mereka sering bertengkar selama 15 bulan menikah, namun Deep tidak pernah menyerang Amber dengan cara apa pun dan ia tidak pernah memukul wanita mana pun sepanjang hidupnya. Pada akhir kesaksiannya minggu lalu, Deep diinterogasi oleh pengacaranya, Jessica Meyers, tentang sebuah rekaman audio yang diputar untuk pengadilan. Audio itu menggambarkan bahwa Amber lah sebenarnya yang menjadi pelaku kekerasan terhadap Johnny Depp selama ini. Dalam rekaman itu Amber menantang agar melaporkan kepada dunia bahwa Depp lah yang menjadi korban. Memang Amber pernah melempar gelas ke Deep dan ia menangkisnyya sampai jari tangannya putus. Mengagetkan untuk khalayak yang biasa melihat Amber Heard yang ayu itu ternyata mengidap psikopat. Sehingga menuduh mantan suaminya lah yang selama ini melakukan KDRT. Amber belum mengambil sikap dalam persidangan, yang diperkirakan akan berlangsung selama enam minggu.
Pengadilan yang sedang berlangsung itu telah membuat masyarakat tidak percaya pada klaim Amber, terutama bagi para penggemar Johnny Depp. Di tahun 2019 ada Petisi yang diunggah via change.org oleh seseorang bernama Jeanne Larson. Larson mengajukan petisi ini kepada Courtney Simmons yang menjabat sebagai Senior Vice President untuk Publicity and Communications dari DC Warner Bros, dan kepada Paul McGuire, Corporate Communications DC Entertainment. Petisi itu berbunyi “Depak Amber Heard dari film Aquaman 2”. Amber Heard dikenal dan telah terbukti sebagai pelaku kekerasan, Warner Brothers dan DC Entertainment sudah semestinya mencopot Amber Heard dari film Aquaman 2. Mereka tak boleh mengabaikan penderitaan para korban Heard, dan tidak boleh mengagungkan pelaku kekerasan dalam rumah tangga, petisi tersebut melanjutkan. Larson juga mengungkap serangkaian temuan yang berisi kekerasan oleh Amber Heard sebelumnya. Dalam salah satu riwayat, Amber pernah ditahan atas kasus kekerasan kepada mantan kekasihnya, Tasya Van Ree pada 2009. Amber Heard ditangkap pada 2009 karena melecehkan mantan pasangan rumah tangganya, Tasya Van Ree, yang menunjukkan pola pelecehan berulang oleh Amber Heard, tulis petisi tersebut. Dalam sepekan terakhir petisi itu sudah bertambah 1,5 juta tanda tangan dan secara total sudah mencapai 3,5 juta pada awal Mei. Peredaran petisi tersebut semakin meluas ketika persidangan antara Johnny Depp dan Amber Heard resmi dimulai, demikian menurut CNN Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!