SKETSA | John Gatto
Namun masalahnya, di lapangan itu tidak ada rumus yang tersedia. Setiap problem harus dicari formulanya tersendiri yang kita harus temukan. F = m X a tidak pernah dipakai selamanya di dunia nyata atau dunia kerja. Jadi untuk apa sekolah? John Gatto, yang berpengalaman mengajar di sekolah umum New York City selama lebih dari 30 tahun, mengatakan sistem sekolah adalah bencana total yang perlu disingkirkan. Ia lebih suka anak-anak belajar di rumah saja. Gatto percaya salah satu masalah utama dengan sekolah adalah negara memisahkan anak-anak dari komunitas dan keluarga. Ia ingin memasukkan keluarga sebagai mesin utama pendidikan, anak jangan dipisahkan dari orang tua. Karena bersekolah dari pagi sampai sore tidak memberi kesempatan untuk orang tua mentransfer nilai-nilai kebijaksanaan yang sudah mereka miliki dan teruji dalam kehidupan. Teringat akan teman saya, begitu sekolah selesai ia buru-buru pulang ke rumahnya di jalan Sabang, membantu orang tuanya berdagang kelontong. Sementara murid sekelas sibuk melamar pekerjaan, teman saya itu sudah menjadi pengusaha sukses yang mandiri. Pendidikan membuat murid terasing dari masyarakat, karena apa yang diajarkan di sekolah tidak cocok dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.
Diterbitkan pada tahun 1992, “Dumbing Us Down: The Hidden Curriculum of Compulsory Schooling” adalah kumpulan esai dan pidato oleh Gatto tentang pendidikan publik. Meskipun hanya lima bab dan 95 halaman, Gatto dengan tegas mengatakan sekolah mengambil waktu berharga yang dibutuhkan untuk menyampaikan gagasan yang sehat tentang kehidupan dan pengalaman keluarga untuk berkembang. Tetapi kalau anaknya menjadi brengsek di sekolah — karena waktu di rumah untuk mendididik anak diambil alih oleh sekolah — mereka kemudian menyalahkan orang tua atas kegagalannya menjadi sebuah keluarga (hlm. 67). Apa yang benar-benar dibutuhkan anak-anak adalah kesempatan bersama keluarga mereka: dengan menghabiskan waktu yang dibutuhkan orang tua bersama anak-anaknya. Gatto mengatakan sekolah tetap dibutuhkan tetapi waktunya sebentar saja, tidak lebih (hlm. 52). Gatto pada gilirannya memuji homeschooling, percaya bahwa anak-anak yang disekolahkan di rumah menjadi “lima atau bahkan sepuluh tahun di depan rekan-rekan mereka yang disekolahkan secara formal” (hlm. 22). Gatto menganjurkan sistem sekolah pasar bebas: di mana siswa dapat memilih jenis pendidikan yang cocok untuk mereka, yang berarti suatu pendidikan mandiri (hlm. 18).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!