Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | IKN

ED
Jumat, 22 April 2022 | 06:17 WIB
Bagikan
SKETSA | IKN

Oleh Syakieb Sungkar

TAHUKAH anda apa itu lahan gambut? Bagi orang yang selalu tinggal di Jawa, tidak pernah bepergian ke hutan-hutan di Sumatra dan Kalimantan, maka ia tidak mengenal lahan gambut. Lahan yang ada di Jawa adalah tanah merah yang bagus sekali bentuknya, padat dan mudah untuk digali dan dikelola. Tetapi kalau di Kalimantan, lain lagi ceritanya. Tanah di sana banyak yang berupa lahan gambut. Lahan gambut terbentuk dari daun-daun dan pohon yang mati. Dapat dibayangkan lahan seperti itu sangat menyerap air. Dan memang lahan gambut terbangun sejak zaman es berakhir, ketika muka laut mulai stabil, yaitu sekitar 4000-7000 tahun yang lalu, maka lahan itu menjadi rawa-rawa. Organisme flora yang mati itu kedalamannya bisa mencapai 5 sampai 6 meter. Artinya lahan gambut akan lembut sampai kedalaman 6 meter dari muka tanah, setelah itu baru ditemukan tanah keras. Bahkan untuk tanah-tanah di daerah Putussibau, tebal lahan gambutnya bisa mencapai 18 meter.

Mengapa proyek sawah sejuta hektar yang dicanangkan Suharto di Kalimantan tahun 80an gagal, karena lahannya adalah lahan gambut. Suharto membayangkan pulau Kalimantan seperti di Jawa, ditebangi pohonnya, diambil kayunya, diratakan, terus ditanami padi. Ternyata tidak demikian. Lahan tersebut mempunyai karakter basah dan berair, jika dibuat saluran irigasi maka air dari tanah gambut akan lari ke saluran itu dan lahan berubah menjadi tanah kering yang mudah terbakar. Apalagi bila ada lapisan batu bara tipis di bawahnya, maka dengan hilangnya pohon dan air akan menyebabkan tanah gambut seperti mempunyai tungku api di bawahnya yang terus menerus dipanasi sinar matahari tanpa penghalang. Lahan gambut yang semula subur kalau basah, menjadi tanah gersang dan rawan terbakar

Karakter lain dari lahan gambut adalah hilangnya unsur basa dari tanah karena terus menerus tergenang dan terbawa air ke laut, akibatnya yang tinggal adalah asamnya. Tanah gambut adalah tanah yang mempunyai pH yang rendah, bisa mencapai 3.0, sehingga tidak cocok untuk ditanami padi. Ada yang berusaha menaburkan kapur untuk menetralkan sifat asam dari lahan gambut agar bisa ditanami padi, upaya seperti ini hanya setengah berhasil. Lahan gambut hanya cocok ditanami palawija, singkong, jagung, kedelai, kopi, karet, dan sawit.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.