Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Ide + Craftmanship

ED
Senin, 5 September 2022 | 07:17 WIB
Bagikan
SKETSA | Ide + Craftmanship

Oleh Syakieb Sungkar

MANA yang lebih hebat pelukis Dullah dengan Basoeki Abdullah? Keduanya adalah pelukis naturalis/realis dan pelukis potret yang akurat. Keduanya juga pelukis kesayangan Bung Karno dan karya-karyanya banyak dikoleksi serta menjadi national heritage bangsa Indonesia, sehingga kita dapat menikmatinya di Istana Negara sampai sekarang. Mereka adalah pelukis produktif, diperkirakan masing-masing pernah membuat 5000 lembar lukisan semasa hidupnya. Keduanya juga mempunyai Museum yang memajang lukisan peninggalan mereka. Museum Basoeki Abdullah ada di Cilandak, Jakarta, yang didanai oleh Pemerintah DKI Jakarta. Sementara Museum Dullah ada di Surakarta yang dipelihara oleh anaknya yang telah menjadi konglomerat. Saya juga banyak mengoleksi karya keduanya, dan menjadi cita-cita saya dalam melukis: suatu saat kelak lukisan saya akan bisa mendekati gaya mereka.

Namun ada satu hal yang berbeda di antara mereka, yaitu Basoeki Abdullah dapat mengkhayal atau mengarang suatu adegan yang tidak ada. Misalnya, Basoeki bisa mereka-reka peristiwa ketika Joko Tarub sedang mencuri salah satu selendang dari 7 bidadari yang sedang mandi. Atau Basoeki bisa mengarang peristiwa perkelahian Gatot Kaca dengan Onto Seno ketika memperebutkan Dewi Sembadra. Sementara Dullah “tidak dapat melukis sesuatu yang tidak ada”, itulah kata-kata yang diucapkannya dalam suatu wawancara. Dullah hanya bisa melukis apa yang ada di depannya saja, misalnya orang yang berpose untuk dilukis atau pemandangan alam. Pernah Dullah mencoba mengarang sosok Nyi Roro Kidul, tetapi akhirnya gagal karena ia tidak pernah melihat Nyi Roro Kidul itu seperti apa. Singkatnya Dullah tidak bisa mengkhayal atau berimajinasi seperti Basoeki. Di sanalah saya melihat nilai plus dari Basoeki Abdullah. Pandai melukis boleh-boleh saja, dan itu memang kemampuan wajib yang harus dimiliki seorang pelukis, tetapi mempunyai ide juga penting, agar seniman dapat berkreasi menciptakan yang baru atau yang belum ada.

Kalau di zaman kontemporer sekarang ini, para pelukis banyak idenya, tetapi mereka mempunyai tantangan baru, apakah idenya itu menarik atau tidak. Saya sering melihat lukisan yang itu-itu saja, mencoba imajinatif tetapi membosankan. Misalnya, saya kerap melihat lukisan pisang raksasa yang mengambang atau melayang di udara, ala Rene Magritte. Di bawahnya digambarkan pemandangan alam seperti gunung, sawah atau hutan. Secara teknik bagus tetapi secara ide tidak kreatif. Belum lagi pada bagian tengah dari lukisan itu diberi teks “Gemah Ripah Loh Jinawi”. Terus terang karya lukis seperti itu terlihat agraris dan dekaden. Memang mencari hal baru itu tidak mudah. Tetapi sekarang ini dengan adanya internet, seharusnya akan banyak ide muncul setiap hari jika kita membrowsing dunia maya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.