SKETSA | Gangnam
Oleh Syakieb Sungkar
VIDEOKLIP di Youtube yang belum terkalahkan jumlah penontonnya adalah video lagu dan joget seorang Korea bernama Park Jae-sang dengan nama panggilan Psy. Video yang diunggah Psy itu berjudul “Gangnam Style”, bercerita tentang kehidupan malam pada sebuah kecamatan elit di kota Seoul, kampung kelahirannya. Setelah hampir 10 tahun tayang di Youtube, video yang durasinya 4 menit itu telah menghasilkan 4,3 milyar penonton, 15,5 juta subscribers, dan 5,3 juta komentar. Dapat dibayangkan berapa Milyar Rupiah uang yang diterima Psy setiap bulan dari Youtube. Dengan Gangnam Style, image orang di dunia tentang laki-laki Korea berubah total. Pria Korea yang dulunya pemalu, cepat emosi, suka berkata kasar kalau sedang marah, dan terkesan selalu serius, sekarang berubah total menjadi pria oriental yang pesolek dan berhidung mancung karena dioperasi plastik, serta pandai menari outdoor.
Ketika dulu masih mempunyai perusahaan konten, hampir tiap kuartal saya pergi ke Korea. Tujuannya macam-macam: rapat, melihat demo aplikasi baru, mempelajari teknologi CDMA, berkunjung ke Samsung, dan jalan-jalan ke Pulau Cheju. Image orang Korea masih yang lama: berjas hitam lengkap dengan dasi, main golf kala weekend dengan busana yang rapi, aktif membagikan kartu nama kepada orang yang baru kenal, dan minum Soju di bar sampai larut malam. Tetapi sekarang tidak lagi. Orang Korea masa kini adalah para penguasa multimedia: mendapat anugrah film terbaik dalam ajang Oscar setelah filmnya “Parasite” menjadi film terbaik, dan BTS Army meraup Grammy Awards, serta drama Koreanya sanggup membuat ibu-ibu Indonesia nangis termehek-mehek sampai berhari-hari.
Mengapa bisa begitu? Itu berkat jasa Presiden Korea Park Geun-hye. Sebagai Presiden wanita, ia sangat agresif dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Korea. Karena Korea bukanlah negeri yang bertanah subur dan luas untuk pertanian dan bukan negeri yang kaya dengan sumber daya alam. Untuk memecahkan keterbatasan itu, industri kreatif harus menjadi ujung tombak dalam ekonomi Korea. Pada pidato pelantikannya pada 25 Februari 2013, ia mengumumkan visinya untuk menciptakan “Keajaiban Kedua di Sungai Han” melalui fokus kebijakan baru pada pengembangan “ekonomi kreatif”, sebagai inti dari agenda pertumbuhan ekonomi pemerintahannya yang didorong oleh inovasi.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!