SKETSA | Di Tengah-tengah
Lebih luas lagi bahwa ajaran Islam itu juga berada di tengah-tengah, di tengah-tengah antara Barat dan Timur. Dia bukan Barat, juga bukan Timur. Dia rasional seperti disiplin di Barat tetapi juga melibatkan estetika dan humanisme, seperti yang ada di Timur. Di tengah-tengah antara Kapitalisme dengan Sosialisme — dia menghormati hak individu tetapi juga memperjuangkan keadilan sosial agar tidak terjadi ketimpangan pendapatan antara si miskin dengan si kaya. Kalau seluruh umat Islam berprinsip sesuai dengan ajaran Nabi di atas, bahwa kita harus berada di tengah, niscaya yang namanya terorisme, jihad dengan cara-cara kekerasan dan vandalisme, akan musnah dari muka bumi.
Demikianlah berkah saya berjumpa dengan Danarto, sehingga bisa membuat tulisan pendek ini.***
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!