Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Citarum

ED
Senin, 21 Maret 2022 | 07:26 WIB
Bagikan
SKETSA | Citarum

Oleh Syakieb Sungkar

MELIHAT ribuan rumah terendam di Baleendah, Selasa lalu, nampak anak-anak berenang-renang di jalan banjir dengan bahagia. Tetapi hati saya jadi ngenes. Kenapa ya? Di saat yang bersamaan, Gubernur kita telah meletakkan sampah menjadi masalah paling serius yang membuat Sungai Citarum kotor. Itu benar, sampah harus dibersihkan. Tetapi sampah bukanlah pangkal masalah mengapa Citarum selalu banjir. Apalagi kalau seandainya dikatakan bahwa penyebab banjir adalah adanya curahan air dari langit, untuk itu harus disiapkan pawang untuk jaga-jaga di musim penghujan. Nah, kalau solusi itu yang diberikan, maka penanganan banjir akan salah arah.

Gambar 1 – Banjir di Baleendah.

Deforestasi

Menurut saya, penyebab banjir adalah deforestasi besar-besaran yang terjadi di seluruh pelosok hutan Jawa Barat. Jawa Barat mempunyai permasalahan besar dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan penduduk dan keberlanjutan lingkungan. Sebuah penelitian yang diterbitkan IPB bulan lalu, bahwa sekitar 20,8% atau 167.473 ha kawasan hutan mengalami penggundulan karena pemakaian lahan yang tidak selaras dengan rencana tata ruang. Secara mudah dapat terlihat di depan mata bagaimana kawasan Dago Utara yang seharusnya menjadi tandon air hujan, terus-menerus membangun perumahan dan resort di area tersebut. Tidak terlihat adanya usaha penghentian deforestasi yang terus berlangsung itu.

Pada tempat yang sedikit lebih jauh dari Gedung Sate, Kabupaten Bogor misalnya, Kabupaten tersebut merupakan wilayah dengan laju deforestasi tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Dengan luas penggundulan hutan sekitar 7.435,77 ha, hal itu hanya berlangsung dalam kurun 2 tahun saja. Dan penggundulan akan terus menerus meningkat dengan bertambahnya waktu. Akibatnya, Jakarta menjadi kecipratan banjir kiriman dari Jawa Barat. Dengan menggunakan Metode Cellular Automata, Kabupaten Bogor berpotensi mengalami deforestasi seluas 15.665,79 ha. Sehingga rencana tata ruang yang pada awalnya ingin mempunyai hutan seluas 84.674,46 ha, hanya tersisa menjadi 40.065,54 ha saja.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.