SKETSA | BHARADA E
Belum lagi pada jenasah Brigadir J ditemukan luka robek di bagian kepala dan di bagian bibir juga di hidung sudah dalam kondisi terjahit pada jenazah. Kamaruddin Simanjuntak, pengacara dari keluarga Brigadir J mengungkapkan lagi adanya luka robek di bagian bawah mata dan luka robek pada bagian perut. Kondisi jenazah Brigadir J juga mengalami luka-luka robek di bagian kaki. Kondisi jari-jari tangannya hancur, kukunya tercabut. Kondisi jenazah tersebut, dikatakan Kamaruddin, mengindikasikan kematian Brigadir J didahului adanya dugaan penyiksaan. Dengan diungkapkannya kondisi jenasah Brigadir J, cerita tentang adanya tembak-menembak menjadi suatu karya fiksi. Dari 5 tembakan yang dilakukan Bharada E itu tepat mengenai sasaran, termasuk tembakan jarak dekat dari belakang kepala, sementara 7 tembakan dari Brigadir J luput semua, apakah itu mungkin?
Kalau otopsi dilakukan dengan benar, setelah penembakan, jejak sisa tembakan di tangan Brigadir J akan menjadi bukti yang sangat penting. Demikian pula pada Bharada E, sejumlah kecil antimon elemen langka ditemukan di sebagian besar amunisi. Saat pistol meledak, awan partikel halus akan menutupi tangan si penembak – meninggalkan sedikit logam penanda. Dimanakah biasanya ditemukan sisa-sisa tembakan? Residu biasanya ditemukan pada kulit dan pakaian orang yang menembakkan pistol. Itu juga dapat ditemukan di luka masuk korban. Hal ini tergantung pada seberapa dekat korban dengan pistol ketika ditembakkan. Hal itu tidak terlihat dalam hasil otopsi, malahan – menurut Kamaruddin - laporan otopsi melakukan 3 kali kesalahan identitas dari segi umur. Seyogyanya, dokter yang melakukan otopsi juga harus diperiksa.
Ada hal lain yang mengganggu, handphone dari keluarga Brigadir J disadap, katanya demi menghindari kegaduhan. Bukankah keluarga Yosua adalah warga sipil yang sedang mencari keadilan, mengapa harus disadap? Fasilitas IT dari Polri yang dibelikan negara seharga triliunan rupiah itu kemudian dipakai untuk menyadap rakyat yang tidak bersalah, itu betul-betul suatu penyalahgunaan kekuasaan. Karenanya, wahai Pak Polisi yang kami harapkan sebagai tumpuan keadilan rakyat, bekerjalah dengan sebaik-baiknya dan seksama, ungkap segera kebohongan para oknum Polisi ini, agar rakyat dapat tenang.***
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!