SKETSA | Angelina Sondakh

ED
Rabu, 13 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Angelina Sondakh

Namun Angie tidak menyerah, di tahun 2015 ia mengajukan peninjauan kembali (PK). Di tingkat PK ini Angie beruntung, karena vonisnya diturunkan menjadi 10 tahun penjara. Uang yang disita berkurang menjadi hanya Rp 2 Miliar dan USD 1 juta, nilainya turun hingga Rp 16,3 Miliar saja totalnya. Sehingga ada sisa sekitar Rp 30 Miliar yang tidak jadi disita. Alhamdulillah. Apakah Angie sekarang masih kaya raya? Belum tentu ! Karena mengurus perkara itu mahal, untuk bayar pengacara dan lain-lain. Belum lagi biaya selama 10 tahun dipenjara pasti besar juga pengeluarannya.

Dalam wawancara di televisi awal bulan ini dengan Rosiana Silalahi, penampilan Angie terlihat rapi seperti dulu ketika saya bertemu 19 tahun yang lalu. Ia sekarang berjilbab (sudah hijrah?). Wajahnya juga bersih dan kinclong menandakan ia dapat merawat diri dengan baik. Memang banyak air mata tertumpah dalam wawancara yang sekitar 1 jam itu, tetapi aura kecantikannya masih terjaga. She is My Girl, kata lagu yang dinyanyikan Morris Albert. Rosi menanyakan kenapa ia tidak melaporkan yang lain-lain agar masuk penjara juga. Angie takut akan keselamatan anaknya, kalau ia menjadi pembocor siapa lagi aktor yang kebagian selain dirinya. Memang repot sih, bongkar-bongkar masa lalu. Bagaimanapun Angie kan menikmati berkah menjadi anggota DPR selama 8 tahun. Dan kemudian menjadi susah selama 10 tahun. Itu mirip tafsir Nabi Yusuf terhadap mimpi Raja Mesir: akan datang paceklik selama 7 tahun, karena itu simpanlah panen sebelum paceklik datang.

Angie mengatakan, Banggar yang dulu itu kotor. Memangnya yang sekarang nggak? Tetapi nampaknya menjadi anggota DPR itu enak, gajinya besar dan pendapatannya gede, kata Krisdayanti. Kok masih korupsi juga? Karena untuk menjadi anggota DPR harus tebar-tebar duit, alias serangan fajar, agar rakyat memilihnya menjadi pemenang. Money Politics. Dan uang itu harus dikembalikan melalui proyek-proyek yang dianggarkan. Ibarat orang bisnis, ada cost sebagai investasi, dan kalau menang akan ada Return on Investment, uang pasti kembali. Bagaimana kalau kalah? Lumayan, menjadi uang hangus, besarnya bisa sampai Rp 50 Miliar, bahkan lebih. Karenanya menjadi anggota DPR itu isinya orang-orang kaya agar bisa masuk. Mirip dengan para Senator di Amerika. Setelah masuk Parlemen dia akan jadi tambah kaya.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.