Skandal Intelijen Guncang Elite Militer China, Dugaan Bocornya Rahasia Nuklir Seret Orang Dekat Xi Jinping

ED
Senin, 26 Januari 2026 | 14:08 WIB
Bagikan
Skandal Intelijen Guncang Elite Militer China, Dugaan Bocornya Rahasia Nuklir Seret Orang Dekat Xi Jinping

VISI.NEWS | BANDUNG — Dugaan kebocoran rahasia senjata nuklir China ke Amerika Serikat menyeret nama salah satu jenderal paling berpengaruh di Negeri Tirai Bambu. Kasus ini tak hanya memicu penyelidikan internal militer, tetapi juga mengguncang peta kekuasaan di lingkaran terdekat Presiden Xi Jinping.

Jenderal senior Zhang Youxia kini resmi diselidiki otoritas China atas dugaan pelanggaran berat, termasuk membocorkan informasi strategis terkait program senjata nuklir China serta menerima suap dalam proses promosi jabatan militer. Informasi ini diungkap media Amerika Serikat, The Wall Street Journal (WSJ), dalam laporan yang terbit Minggu (25/1/2026).

“Youxia dituduh membocorkan informasi tentang program senjata nuklir negara tersebut kepada Amerika Serikat,” tulis The Wall Street Journal dalam laporannya.

Selain dugaan kebocoran intelijen, Zhang juga diselidiki karena praktik korupsi yang diduga memengaruhi penunjukan pejabat strategis di tubuh militer. Media tersebut menyebut Zhang menerima suap untuk memuluskan promosi sejumlah perwira tinggi, termasuk penunjukan Li Shangfu sebagai Menteri Pertahanan sebelum akhirnya dicopot pada 2023.

“Jenderal militer itu juga sedang diselidiki karena menerima suap untuk tindakan resmi, termasuk promosi seorang perwira menjadi menteri pertahanan,” lanjut laporan WSJ.

Penyelidikan terhadap Zhang Youxia dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan Nasional China. Dalam pernyataan resminya, kementerian mengumumkan dua jenderal aktif tengah diperiksa atas dugaan pelanggaran disiplin serius.

“Setelah peninjauan, telah diputuskan untuk memulai penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli,” kata Kementerian Pertahanan Nasional China dalam pernyataannya.

“Keduanya diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius,” lanjut pernyataan tersebut tanpa memerinci bentuk pelanggaran.

Selain Zhang Youxia, penyelidikan juga menyasar Liu Zhenli, Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (CMC), yang bertanggung jawab atas perencanaan operasi tempur militer China. Kabar penyelidikan ini menguat setelah keduanya absen dari sejumlah pertemuan penting yang dipimpin langsung oleh Presiden Xi Jinping dalam sepekan terakhir.

Pukulan Politik bagi Lingkaran Kekuasaan Xi

Zhang Youxia bukan figur sembarangan. Ia merupakan Wakil Ketua senior Komisi Militer Pusat, anggota Politbiro Partai Komunis China, dan selama bertahun-tahun dikenal sebagai sekutu militer paling tepercaya Xi Jinping. Posisi Zhang menempatkannya tepat di bawah Xi dalam struktur komando militer.

Presiden Xi Jinping sendiri selama ini berulang kali menegaskan bahwa korupsi adalah ancaman utama bagi kelangsungan kekuasaan Partai Komunis China.

“Korupsi adalah ancaman terbesar bagi Partai Komunis China,” kata Xi Jinping dalam pernyataan sebelumnya terkait pemberantasan korupsi.

Xi juga menegaskan bahwa “perjuangan melawan korupsi tetap serius dan kompleks,” sebuah pernyataan yang kini kembali menguat di tengah penyelidikan terhadap elite militer tertinggi.

Sejak Oktober lalu, China telah meluncurkan gelombang penyelidikan besar-besaran di tubuh militer. Sedikitnya sembilan pejabat militer diperiksa, dua jenderal senior dipecat, dan sejumlah mantan menteri pertahanan diseret ke proses hukum, termasuk Li Shangfu dan pendahulunya, Wei Fenghe.

Kasus Zhang Youxia dinilai menjadi ujian paling sensitif, mengingat dugaan kebocoran informasi nuklir menyentuh isu keamanan nasional paling rahasia sekaligus memperlihatkan potensi retakan di inti kekuasaan militer China. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.