Siswa Jabar Tampil di LKS Nasional, Andalkan Inovasi Cloud Computing
"Saya beri tantangan, dia kerjakan. Kalau menemukan kendala, dia datang sendiri untuk berdiskusi. Dia selalu penasaran ingin tahu dan menikmati tantangan baru," katanya.
Karakter tersebut, menurut Pratiwi, sejalan dengan nilai Singer dalam pendidikan karakter Pancawaluya yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, yakni berani mengambil inisiatif, memiliki semangat belajar tinggi, dan siap menghadapi perubahan.
Ia menjelaskan, pembinaan peserta LKS di SMKN 13 Bandung dilakukan secara berkelanjutan. Setelah satu edisi LKS Nasional selesai, tim pembimbing langsung mengevaluasi hasil kompetisi, mempelajari perkembangan teknologi terbaru yang mengacu pada standar WorldSkills, serta menyiapkan calon peserta untuk tahun berikutnya.
"Kami terus mengikuti perkembangan teknologi yang mengacu pada standar WorldSkills. Setelah satu LKS selesai, kami langsung mulai belajar lagi untuk mempersiapkan tahun berikutnya," ujarnya.
Pratiwi juga mengakui bahwa perkembangan cloud computing yang begitu cepat membuat para guru harus terus meningkatkan kompetensi. Bahkan, ia mengaku mempelajari bidang tersebut dari awal bersama para siswanya.
"Saya juga belajar dari nol. Kami melihat cloud computing memiliki prospek besar sehingga kami memutuskan untuk terus mengembangkan kompetensi ini bersama-sama," ungkapnya.
Komunitas Alumni Jadi Kekuatan SMKN 13 Bandung
Salah satu kekuatan pembinaan Cloud Computing di SMKN 13 Bandung adalah hadirnya komunitas Rumah Awan, yang beranggotakan para alumni peserta LKS bidang Cloud Computing.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!