Nyawa Pegowes Kembali Melayang, Bandung Darurat Jalan Aman? 30 Jul 2026 Pemkab Jember Gelontorkan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis 30 Jul 2026 ATR/BPN, KPK, dan Pemda Sulteng Percepat Sertifikasi Aset Daerah 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juii 2026 30 Jul 2026 Siswa Jabar Tampil di LKS Nasional, Andalkan Inovasi Cloud Computing 30 Jul 2026 Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat 30 Jul 2026 Resmi Jadi Aset Pemprov, Teras Cihampelas Segera Dibongkar 30 Jul 2026 Nyawa Pegowes Kembali Melayang, Bandung Darurat Jalan Aman? 30 Jul 2026 Pemkab Jember Gelontorkan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis 30 Jul 2026 ATR/BPN, KPK, dan Pemda Sulteng Percepat Sertifikasi Aset Daerah 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juli 2026 30 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 30 Juii 2026 30 Jul 2026 Siswa Jabar Tampil di LKS Nasional, Andalkan Inovasi Cloud Computing 30 Jul 2026 Festival Al Jabbar Dimatangkan, Kolaborasi Lintas Kampus dan Budayawan Menguat 30 Jul 2026 Resmi Jadi Aset Pemprov, Teras Cihampelas Segera Dibongkar 30 Jul 2026

Siswa Jabar Tampil di LKS Nasional, Andalkan Inovasi Cloud Computing

ED
PN
Kamis, 30 Juli 2026 | 06:14 WIB
Bagikan
Siswa Jabar Tampil di LKS Nasional, Andalkan Inovasi Cloud Computing

VISI.NEWS – Siswa asal Jawa Barat, Adelya Fauzi Alfian, mulai berlaga pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 untuk mata lomba Cloud Computing. Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring dari SMKN 13 Bandung pada Selasa (28/7/2026).

Pada ajang bergengsi tingkat nasional ini, Adelya harus menyelesaikan tiga modul utama yang menguji kemampuan di bidang teknologi komputasi awan, yakni DevOps Continuous Integration/Continuous Delivery (CI/CD), Infrastructure as Code and Automation, serta EMR and Data Analytics. Seluruh materi dirancang mengikuti perkembangan teknologi terkini dan kebutuhan dunia industri.

Guru pembimbing SMKN 13 Bandung, Pratiwi, mengatakan materi yang diujikan dalam LKS Nasional terus berkembang dari tahun ke tahun. Selain mempertahankan materi dasar, panitia juga selalu menambahkan teknologi terbaru agar kompetensi peserta selaras dengan perkembangan industri digital global.

"Tahun ini tantangan terbesarnya ada pada data analytics. Materi lama tetap digunakan, tetapi selalu ada penambahan teknologi baru yang harus kami pelajari," ujar Pratiwi.

Menurutnya, perubahan yang sangat cepat di bidang teknologi menuntut peserta maupun pembimbing untuk terus memperbarui pengetahuan. Karena itu, persiapan menuju LKS tidak hanya dilakukan menjelang perlombaan, tetapi menjadi proses pembelajaran yang berlangsung sepanjang tahun.

Pembinaan Berkelanjutan dan Semangat Belajar Jadi Kunci

Pratiwi menilai Adelya memiliki karakter yang sangat mendukung untuk menghadapi tantangan di bidang teknologi. Rasa ingin tahu yang tinggi serta keberanian mencoba hal-hal baru menjadi modal utama selama proses pembinaan.

Ia mengungkapkan, setiap kali diberikan tantangan baru, Adelya selalu berusaha menyelesaikannya secara mandiri. Ketika menemui kendala, ia tidak ragu berdiskusi untuk mencari solusi terbaik.

"Saya beri tantangan, dia kerjakan. Kalau menemukan kendala, dia datang sendiri untuk berdiskusi. Dia selalu penasaran ingin tahu dan menikmati tantangan baru," katanya.

Karakter tersebut, menurut Pratiwi, sejalan dengan nilai Singer dalam pendidikan karakter Pancawaluya yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, yakni berani mengambil inisiatif, memiliki semangat belajar tinggi, dan siap menghadapi perubahan.

Ia menjelaskan, pembinaan peserta LKS di SMKN 13 Bandung dilakukan secara berkelanjutan. Setelah satu edisi LKS Nasional selesai, tim pembimbing langsung mengevaluasi hasil kompetisi, mempelajari perkembangan teknologi terbaru yang mengacu pada standar WorldSkills, serta menyiapkan calon peserta untuk tahun berikutnya.

"Kami terus mengikuti perkembangan teknologi yang mengacu pada standar WorldSkills. Setelah satu LKS selesai, kami langsung mulai belajar lagi untuk mempersiapkan tahun berikutnya," ujarnya.

Pratiwi juga mengakui bahwa perkembangan cloud computing yang begitu cepat membuat para guru harus terus meningkatkan kompetensi. Bahkan, ia mengaku mempelajari bidang tersebut dari awal bersama para siswanya.

"Saya juga belajar dari nol. Kami melihat cloud computing memiliki prospek besar sehingga kami memutuskan untuk terus mengembangkan kompetensi ini bersama-sama," ungkapnya.

Komunitas Alumni Jadi Kekuatan SMKN 13 Bandung

Salah satu kekuatan pembinaan Cloud Computing di SMKN 13 Bandung adalah hadirnya komunitas Rumah Awan, yang beranggotakan para alumni peserta LKS bidang Cloud Computing.

Melalui komunitas tersebut, para alumni aktif berbagi pengalaman, membantu mencari referensi teknologi terbaru, hingga mendampingi peserta yang sedang menjalani persiapan menuju kompetisi nasional.

"Hubungan kami sudah seperti keluarga. Kakak-kakak alumni ikut membantu mencari solusi, berdiskusi, dan mendampingi adik-adiknya selama persiapan," jelas Pratiwi.

Menurutnya, kolaborasi lintas angkatan tersebut menjadi modal penting karena setiap alumni memiliki pengalaman dan keahlian yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah.

Konsistensi pembinaan itu kembali membuahkan hasil dengan terpilihnya SMKN 13 Bandung sebagai wakil Jawa Barat pada LKS Nasional 2026 bidang Cloud Computing. Tahun ini menjadi keikutsertaan keempat secara berturut-turut mewakili Jawa Barat dan sekaligus tahun ketiga berturut-turut tampil pada tingkat nasional untuk mata lomba tersebut.

Pratiwi berharap pencapaian tersebut dapat menginspirasi lebih banyak siswa untuk berani memasuki bidang-bidang teknologi baru yang memiliki prospek besar di masa depan.

"Langkah pertama memang selalu berat. Tapi kalau berani memulai dan terus belajar, insyaallah akan ada jalan," pungkasnya. 

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.