Sidang Tewasnya Bos Rental: Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian

Desi Rossilawati
Senin, 24 Februari 2025 | 18:30 WIB
Bagikan
Sidang Tewasnya Bos Rental: Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian
VISI.NEWS | JAKARTA - Pengadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang terkait kasus tewasnya seorang pemilik usaha rental berinisial IAR (48) di KM45 Tol Tangerang-Merak. Sidang tersebut beragenda pemeriksaan saksi, termasuk dari masyarakat serta pihak kepolisian. Tiga anggota TNI AL, yakni Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo, Sertu Akbar Adli, dan Sertu Rafsin Hermawan, ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus ini. Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal, Baety Adhayati, memberikan kesaksian bahwa hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat luka tembak yang menembus jantung dan hati dalam persidangan, Senin (24/2/2025). Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan medis, kematian korban disebabkan oleh peluru yang masuk dari area dada, menyebabkan perdarahan fatal. “Dapat saya jelaskan bahwa sebab kematian dari korban atas nama Ilyas itu adalah akibat luka tambak masuk dari daerah dada, menembus jantung, kemudian menembus hati dan menimbulkan pendarahan,” kata Baety. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendalami jumlah peluru yang mengenai korban, dan Baety mengungkapkan bahwa ditemukan dua proyektil di tubuh korban. Salah satu proyektil bersarang di punggung dengan diameter 9 milimeter, sementara serpihan peluru lainnya ditemukan di bagian dada lengan bawah kiri. “Dari luka tembak masuk yang ditemukan di tubuh korban, itu ditemukan anak peluru bersarang di punggung dengan ukuran diameter 9 milimeter,” ujar Baety lagi. “Kemudian di dada lengan bawah kiri itu berupa serpihan, tidak utuh jadi tidak bisa ditentukan diameternya,” imbuhnya. Lebih lanjut, Baety juga mengungkapkan bahwa saat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban masih dalam kondisi bernapas meskipun kritis. “Pada saat datang (di IGD), (korban) masih hidup namun kondisinya kritis,” kata Baety. Dokter IGD sempat melakukan upaya resusitasi jantung paru sebanyak lima siklus, di mana korban menunjukkan respons pada siklus pertama sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.