Sidang Perdana Maduro di New York Tandai Babak Baru Tekanan AS ke Venezuela

ED
Senin, 5 Januari 2026 | 09:06 WIB
Bagikan
Sidang Perdana Maduro di New York Tandai Babak Baru Tekanan AS ke Venezuela

VISI.NEWS | BANDUNG - Konfrontasi panjang antara Amerika Serikat dan Venezuela memasuki fase paling tegang. Presiden Venezuela Nicolas Maduro dijadwalkan menjalani sidang perdana di Pengadilan Manhattan, New York, pada Senin (5/1), setelah ditangkap pasukan elite Delta Force Amerika Serikat dalam operasi militer akhir pekan lalu. Peristiwa ini menandai eskalasi terbuka konflik politik dan militer antara Washington dan Caracas yang selama bertahun-tahun berlangsung di bawah bayang-bayang sanksi dan ancaman.

Penangkapan Maduro dilakukan atas perintah langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Operasi tersebut diawali dengan serangan besar-besaran ke ibu kota Venezuela, Caracas, sebelum Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa keluar negeri. Pemerintah AS juga mengajukan dakwaan terpisah terhadap Flores di Pengadilan Distrik Selatan New York.

Pemerintah Amerika Serikat menjerat Maduro dengan empat dakwaan berat, yakni konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain ke wilayah AS, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi penggunaan senjata mesin dan perangkat destruktif. Dakwaan ini sejatinya mengulang tuduhan yang pernah diajukan pada 2020, saat Trump masih menjalani periode pertama pemerintahannya.

Jaksa Agung Amerika Serikat Pamela Bondi menegaskan bahwa kasus tersebut menyangkut ancaman langsung terhadap keamanan negaranya.

“Nicolas Maduro didakwa dengan konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif lainnya, serta konspirasi untuk menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap Amerika Serikat,” ujar Bondi melalui akun X pada Sabtu (4/1).

Usai operasi penangkapan, Presiden Donald Trump secara terbuka mengumumkan keberhasilan militer AS. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya. Ia juga mengungkapkan bahwa Maduro bersama istrinya langsung diterbangkan keluar dari Venezuela menuju Amerika Serikat.

Dalam pernyataan terpisah, Trump bahkan menyebut Amerika Serikat akan mengambil alih kepemimpinan Venezuela dan menguasai sumber daya minyak negara tersebut. Pernyataan itu menuai sorotan internasional karena dinilai melampaui batas diplomasi dan hukum internasional.

Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela memang telah lama berada di titik terendah sejak periode pertama pemerintahan Trump. Namun ketegangan kembali meningkat tajam sejak September tahun lalu, bertepatan dengan dimulainya periode kedua Trump. Saat itu, pasukan AS menggempur kapal di perairan lepas Venezuela dengan dalih pemberantasan narkoba, meski di dalamnya terdapat warga sipil.

Serangan terhadap kapal-kapal di sekitar wilayah Venezuela terus berlangsung selama berbulan-bulan. Amerika Serikat juga mengerahkan pasukan serta persenjataan di kawasan Karibia. Melihat rangkaian tindakan tersebut, pemerintahan Maduro meyakini Washington memiliki agenda untuk menggulingkan kekuasaan dan menguasai sumber daya alam Venezuela.

Sidang perdana Nicolas Maduro di New York hari ini dipandang sebagai titik krusial yang tidak hanya menentukan nasib politik sang presiden, tetapi juga arah baru hubungan Amerika Serikat dan Amerika Latin di tengah ketegangan geopolitik global. @kanaya

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.