SHIB Tunjukkan Pemulihan, Potensi Naik 60% Usai Koreksi Besar
VISI.NEWS | BANDUNG - Shiba Inu (SHIB) menunjukkan sinyal pemulihan setelah mengalami koreksi harga yang signifikan selama beberapa bulan terakhir. Kapitalisasi pasar koin meme ini turun drastis dari Rp326 triliun ($20 miliar) menjadi Rp123 triliun ($7,55 miliar), seiring dengan tren pelemahan yang melanda pasar kripto secara umum. Namun, sejumlah analis optimistis bahwa fase bearish tersebut segera berakhir.
Optimisme ini muncul dari tiga faktor utama yang diprediksi akan mendorong harga SHIB naik hingga 60% dalam waktu dekat. Ketiga faktor tersebut mencakup lonjakan burn rate yang signifikan, kebijakan moneter The Fed yang berpotensi akomodatif, dan indikator teknikal yang mengisyaratkan tren bullish.
Data dari ShibBurn menunjukkan bahwa burn rate SHIB melonjak hingga 62.000% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan tajam ini terjadi setelah seorang pengguna mengirimkan 460 juta SHIB ke alamat burn (dead wallet), sehingga mengurangi pasokan yang beredar di pasar. Sejak awal peluncurannya, lebih dari 410 triliun SHIB telah dibakar, dan kini menyisakan sekitar 584 triliun dalam sirkulasi.
Penurunan suplai ini diyakini akan berdampak positif terhadap harga SHIB dalam jangka panjang, apalagi jika permintaan terhadap aset ini terus meningkat. Aksi burning secara masif juga dinilai sebagai bentuk komitmen komunitas terhadap keberlanjutan ekosistem Shiba Inu.
Di sisi lain, kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat turut menjadi variabel penting. Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan atau bahkan memangkas suku bunga demi merespons ancaman resesi global membuka peluang reli bagi aset-aset berisiko, termasuk SHIB. Sejarah mencatat bahwa pasar crypto sering menguat di tengah kebijakan moneter yang lebih longgar.
Secara teknikal, SHIB saat ini tengah membentuk pola falling wedge, yang sering kali menandai potensi pembalikan arah ke atas. Dua garis tren menurun bertemu di sekitar level Rp205 ($0,00001260), yang juga merupakan titik support kuat sejak pertengahan 2024. RSI yang menembus garis tren turun dan sinyal crossover bullish pada PPO semakin memperkuat sinyal kenaikan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!