SHIB/ETH di jaringan Base Uniswap v4 sempat menguat hingga 74,21%
VISI.NEWS | JAKARTA — Aset kripto Shiba Inu (SHIB) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa (21/10/2025) pagi di platform terdesentralisasi (DEX) DEXScreener. Berdasarkan data terkini, harga SHIB/ETH di jaringan Base Uniswap v4 sempat menguat hingga 74,21% dalam 24 jam terakhir sebelum kembali bergerak stabil di kisaran US$0,086 per unit.
Kenaikan harga ini turut mendorong kapitalisasi pasar SHIB versi Base mencapai sekitar US$4,3 juta, dengan nilai likuiditas mencapai US$469 ribu. Meskipun tergolong kecil dibandingkan token SHIB utama di jaringan Ethereum, tren tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat investor terhadap varian token komunitas ini.
Lonjakan harga ini juga bertepatan dengan klaim “community takeover” yang diumumkan pada 31 Mei 2025. Dalam pernyataannya, kelompok komunitas tersebut menyebut proyek SHIB versi Base sebagai token yang “benar-benar deflasi dan terdesentralisasi”, berbeda dengan SHIB di Ethereum yang mereka anggap telah terlalu tersentralisasi.
Berdasarkan pantauan DEXScreener, aktivitas transaksi SHIB/ETH meningkat tajam dengan lebih dari 21.400 transaksi pembelian dibanding hanya 47 transaksi penjualan dalam satu hari terakhir. Volume transaksi harian tercatat sekitar US$40 ribu, dengan rasio beli-jual yang menunjukkan dominasi investor ritel dan peningkatan momentum jangka pendek.
Secara on-chain, terdapat 41,33 triliun SHIB yang tersimpan dalam pool likuiditas senilai US$263 ribu, sementara total 51,79 ETH atau sekitar US$205 ribu berada di sisi berlawanan. Keseimbangan likuiditas ini menjadi faktor yang membantu menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi tinggi pasar aset kripto berjenis meme coin.
Meski demikian, sejumlah analis menilai kenaikan harga tersebut lebih disebabkan oleh aktivitas spekulatif ketimbang faktor fundamental. “Lonjakan volume sering kali dipicu oleh sentimen komunitas dan kampanye media sosial, bukan karena pengembangan proyek atau utilitas baru,” ujar seorang pengamat pasar kripto kepada Kontan.
DEXScreener juga memberikan peringatan kepada investor bahwa audit proyek semacam ini “tidak selalu akurat 100%”. Dengan risiko keamanan kontrak pintar (smart contract) dan potensi praktik pump and dump, investor diminta tetap berhati-hati dalam mengambil posisi beli jangka pendek.
Kendati demikian, fenomena SHIB versi Base ini menggambarkan tren baru di dunia meme coin 2.0, di mana komunitas mencoba merebut kembali narasi desentralisasi dari proyek yang dianggap terlalu dikendalikan oleh pihak tertentu. Dalam konteks yang lebih luas, dinamika ini menunjukkan semakin berkembangnya model ekonomi berbasis komunitas di ekosistem DeFi.
Ke depan, pergerakan harga SHIB di jaringan Base akan sangat bergantung pada kelanjutan partisipasi komunitas dan volume transaksi harian. Jika momentum ini dapat dipertahankan, token ini berpotensi menjadi studi kasus menarik dalam strategi kebangkitan aset komunitas. Namun tanpa dukungan fundamental yang kuat, reli harga diperkirakan sulit bertahan lama.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!