Sering Mengantuk Setelah Makan Sing? Ini Solusinya
Ilustrasi./visi.news/alodokter.
VISI.NEWS | BANDUNG - Rasa kantuk dan tubuh lemas setelah makan siang merupakan kondisi yang umum dialami banyak orang, terutama pada rentang waktu pukul 13.00 hingga 15.00. Namun, sejumlah ahli gizi menyebut kondisi tersebut dapat dikurangi melalui perubahan pola makan dan gaya hidup yang sederhana.
Dikutip dari laman Eating Well, Minggu (21/6/2026), ahli gizi Kileigh Job mengatakan salah satu cara menjaga energi tetap stabil sepanjang hari adalah dengan mengonsumsi makanan yang seimbang.
"Makanan yang mengandung kombinasi protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mendukung energi yang bertahan lebih lama," katanya.
Menurut Job, pola makan yang tidak teratur, termasuk melewatkan waktu makan atau terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat olahan, dapat memicu lonjakan dan penurunan energi secara cepat sehingga meningkatkan rasa kantuk setelah makan.
Sementara itu, ahli gizi Hannah Coven menekankan pentingnya sarapan sebagai bagian dari upaya menjaga energi sepanjang hari. Ia menjelaskan bahwa sarapan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kestabilan energi hingga siang hari.
Selain memperhatikan pola makan, aktivitas fisik ringan juga dinilai berperan dalam mengurangi rasa kantuk setelah makan siang.
Job mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki ringan setelah duduk dalam waktu lama dapat membantu meningkatkan energi sekaligus mengendalikan kadar gula darah setelah makan.
Sejalan dengan itu, ahli gizi Laney Miller menjelaskan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak, sehingga membantu meningkatkan kewaspadaan.
Menurut para ahli, aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama 10 menit setelah makan siang atau berdiri dan bergerak setiap satu hingga satu setengah jam sudah dapat memberikan manfaat bagi tubuh.
Selain pola makan dan aktivitas fisik, kecukupan cairan tubuh juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Job menyebut kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, hingga mudah marah pada siang hari dapat menjadi tanda dehidrasi ringan.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi air putih secara teratur sepanjang hari, termasuk dengan menyiapkan botol minum di dekat tempat kerja agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Para ahli juga mengingatkan bahwa meski kopi sering digunakan sebagai solusi cepat untuk mengatasi kantuk, konsumsi kafein secara berlebihan justru berpotensi mengganggu kualitas tidur pada malam hari dan memperburuk kelelahan pada hari berikutnya.
Secara umum, para ahli merekomendasikan tiga langkah utama untuk menjaga energi tetap stabil setelah makan siang, yakni mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik ringan, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!