Serangan Fisik dan Siber Mengguncang Iran, Aplikasi Doa Diduga Jadi Saluran Pesan Psikologis

ED
Kamis, 5 Maret 2026 | 14:06 WIB
Bagikan
Serangan Fisik dan Siber Mengguncang Iran, Aplikasi Doa Diduga Jadi Saluran Pesan Psikologis

VISI.NEWWS | BANDUNG – Warga Iran terbangun dalam suasana mencekam pada 28 Februari 2026 ketika dua gelombang serangan terjadi hampir bersamaan. Selain dentuman bom dari serangan udara yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, jutaan ponsel warga juga dibanjiri notifikasi misterius dari sebuah aplikasi doa populer.

Serangan yang oleh Washington dan Tel Aviv disebut sebagai “serangan pendahuluan” itu terjadi setelah berbulan-bulan negosiasi diplomatik yang gagal. Situasi di dalam negeri Iran sendiri sebelumnya telah memanas akibat gelombang protes besar pada awal tahun yang menurut data pemerintah setempat menewaskan sedikitnya 3.117 orang.

Tak lama setelah ledakan pertama terdengar, tepatnya pukul 09.52 waktu Teheran, pengguna aplikasi kalender doa BadeSaba Calendar menerima pesan bertuliskan “Bantuan telah tiba.” Aplikasi yang memiliki sekitar lima juta unduhan di Google Play Store itu kemudian mengirimkan sejumlah pesan beruntun selama sekitar 30 menit berikutnya.

Tangkapan layar yang dibagikan kepada WIRED menunjukkan pesan yang menyerukan tentara Iran untuk meletakkan senjata dan menjanjikan amnesti.

Salah satu pesan pada pukul 10.02 berbunyi, “Saat pembalasan telah tiba. Pasukan represif rezim akan membayar atas tindakan kejam mereka. Siapa pun yang bergabung dalam membela rakyat Iran akan diberikan amnesti dan pengampunan.”

Pesan lain pada pukul 10.14 menyerukan, “Demi kebebasan saudara-saudari Iran kita, ini adalah seruan kepada semua kekuatan represif – letakkan senjata Anda atau bergabunglah dengan pasukan pembebasan. Hanya dengan cara ini Anda dapat menyelamatkan hidup Anda.”

Belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas dugaan serangan siber tersebut. Para analis keamanan siber memastikan bahwa notifikasi memang diterima oleh pengguna aplikasi BadeSaba, namun sumber peretasan belum dapat dipastikan, termasuk apakah berkaitan langsung dengan Israel.

Morey Haber, Direktur Konsultasi Keamanan di BeyondTrust, menilai pola serangan ini menunjukkan perencanaan matang.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.