Sepucuk Surat dari Siswa Bandung untuk Presiden, "...Tunggu Kami Ya, Pak"
“Sekolah rakyat itu kita rancang sebagai upaya untuk memotong rantai kemiskinan. Anaknya orang miskin atau cucunya orang miskin, tidak perlu untuk terus miskin,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/10/2025). Kalimat itu kini menemukan wujudnya dalam sosok seperti Daffa — anak yang berani bermimpi besar dan berterima kasih dengan cara paling tulus yang ia tahu: lewat surat tangan.
Bagi Daffa, sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang untuk menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan bisa diubah dengan ilmu. “Sekolah ini akan merakit kami menjadi anak-anak yang kreatif, cerdas, dan memiliki jiwa kepemimpinan seperti Bapak. Mungkin sepuluh tahun ke depan kami akan menjadi orang yang sukses dan bisa membangun negara ini. Tunggu kami ya, Pak,” tulisnya menutup surat.
Di mata banyak orang, surat itu mungkin hanya secarik kertas. Tapi bagi Daffa, surat itu adalah janji kecil dari generasi penerus bangsa — janji bahwa mereka akan tumbuh, belajar, dan berjuang untuk negeri. Di dalam ruang kelas yang sederhana, suara tawa teman-temannya bergema, menandakan harapan yang hidup kembali.
Dan mungkin, suatu hari nanti, ketika Presiden Prabowo benar-benar datang berkunjung ke SRMP II Bandung Barat, Daffa akan berdiri di antara teman-temannya, tersenyum bangga sambil berkata, “Kami menepati janji kami, Pak. Kami sudah tumbuh, dan kami siap membangun Indonesia.”
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!