September Ceria: Dari Bojongsoang untuk Palestina dan Kebangkitan Sosial
VISI.NEWS | BANDUNG -Bertempat di Club House D’Amerta Residence, Bojongsoang, suasana Sabtu pagi itu terasa berbeda. Ratusan warga tumpah ruah dalam ajang September Ceria 2025, sebuah kegiatan akbar tahunan yang digelar untuk ketiga kalinya oleh Permata (Persatuan Majelis Taklim Ibu-ibu) se-Kecamatan Bojongsoang. Antusiasme warga memecah keheningan komplek, seolah menegaskan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat.
Permata sendiri bukan organisasi baru. Berdiri sejak 18 tahun lalu, kini telah menaungi 18 cabang Majelis Taklim di berbagai desa di Bojongsoang. Dari sekadar forum pengajian, Permata menjelma menjadi wadah yang berdenyutkan solidaritas sosial, ekonomi, hingga kepedulian global. Ajang September Ceria adalah salah satu buktinya.

Acara ini benar-benar meriah. Sebanyak 12 kegiatan digelar, mulai dari santunan yatim dan dhuafa, khitanan massal, donor darah, sembako murah, senam dan lomba masak lansia, hingga fun run dan jalan santai. Bahkan ada lomba MTQ, poster digital, penampilan seni majelis taklim, dan bazar UMKM yang membuat acara ini semakin hidup. Hadiah-hadiah menarik menambah semangat para peserta, bahkan banyak pengunjung datang dari luar Bojongsoang.
Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat makin meneguhkan arti acara ini. Camat Bojongsoang Kankan Taufik Barnawan bersama Ketua TP-PKK Erma Agustina, Kepala Desa Lengkong Agus Salam, Ketua MUI Bojongsoang, hingga Ketua Kadin Kabupaten Bandung Boni Anggara tampak hadir. Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masjid, hingga warga lintas usia menyatu dalam satu panggung kebersamaan.
Yang paling menarik perhatian adalah Ustad Mizan, seorang konten kreator dakwah sekaligus atlet lari dengan lebih dari 42 ribu pengikut. Ia didaulat menjadi pemandu fun run charity for Palestine. Dari lari santai itu, pesan kepedulian terhadap bangsa Palestina digelorakan, membuat kegiatan ini punya gaung kemanusiaan yang lebih luas.
Camat Kankan Taufik tak kuasa menutupi rasa bangganya. Di sela melepas peserta jalan santai, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti September Ceria adalah bukti nyata persatuan. “Ini adalah modal dasar tumbuhnya kepedulian sosial. Jika kebersamaan kuat, kita bisa mencegah kejadian-kejadian tragis seperti yang menimpa Banjaran beberapa waktu lalu,” ucapnya dengan penuh harap.
Ketua panitia, Siti Anisah, menekankan bahwa tema tahun ini adalah “Muslimah Berdaya Menebar Kebaikan.” Ia menuturkan, “Agenda kami banyak berfokus pada kegiatan sosial. Harapannya, Permata semakin bermanfaat, berdaya, dan mampu merangkul jamaah baru.”
Sementara itu, pembina Permata, Ustad Uje, mengingatkan bahwa majelis taklim bukan hanya ruang mengaji. “Majelis taklim juga bisa berdampak sosial, memajukan seni, olahraga, bahkan digitalisasi dakwah. Inilah bukti bahwa dakwah bisa hadir lewat jalur apa saja,” tegasnya.
Dukungan datang pula dari Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Boni Anggara. Ia mengajak pelaku UMKM yang meramaikan bazar agar menjadikan momen ini pijakan menuju peningkatan omset. “Target satu miliar pertama bukan mustahil. Kadin siap bantu lewat pelatihan UKM naik kelas serta pemasaran offline dan online,” katanya penuh optimisme.
Menutup acara, Ketua Permata Hj. Arum Manggarsari menyampaikan sejarah panjang perjalanan Permata. Ia menegaskan bahwa selain kajian bulanan, market day tiap Selasa, dan sedekah subuh harian, ke depan Permata juga akan membangun Sekolah Lansia Produktif. “Kami ingin membuktikan bahwa Permata bisa terus bertransformasi, memberi manfaat, dan tetap menebar kebaikan,” pungkasnya.
@bambang melga
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!