Sepanjang 2025, BNPB Catat 2.900 Bencana Terjadi di Indonesia
Kondisi tersebut kini mulai berangsur surut setelah dilakukan operasi penanganan darurat.
“Kalau tidak dilakukan penanganan, sebagian wilayah Jawa Tengah pasti banjir,” jelasnya.
Selain di Jawa Tengah, Suharyanto juga menyoroti banjir parah di Kabupaten Bekasi dan banjir bandang di Papua yang menewaskan 15 orang.
Kepala BNPB menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya berhenti pada tahap tanggap darurat, melainkan juga mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Hal ini memerlukan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, lembaga, dan masyarakat.
“Kalau tanggap darurat itu mudah, seminggu atau dua minggu biasanya selesai. Tapi yang berat adalah pascabencananya, memperbaiki infrastruktur, rumah warga, dan sarana publik,” ujarnya.
Suharyanto menambahkan, salah satu contoh dukungan pemerintah pusat dalam rehabilitasi pascabencana adalah pembangunan jembatan di Desa Weton Kulon yang ia resmikan bersama Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
Ia juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengajukan usulan perbaikan infrastruktur lain yang rusak akibat bencana.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!