Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Seorang Lansia di Jampangkulon Sukabumi Tewas Diduga Dikeroyok

Desi Rossilawati
Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:20 WIB
Bagikan
Seorang Lansia di Jampangkulon Sukabumi Tewas Diduga Dikeroyok

VISI.NEWS | SUKABUMI - Seorang pria lanjut usia berinisial L di Kampung Ciranjang, Desa Cikaranggeusan, Kecamatan Jampangkulon, tewas diduga akibat dikeroyok, Kamis (12/2/2026). Jenazahnya ditemukan di sawah yang berada tak jauh dari rumahnya.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan tujuh orang pria yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menyatakan setelah menerima laporan, anggota Polres Sukabumi langsung menuju ke lokasi kejadian kemudian mengamankan para terduga pelaku. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas di wilayah tersebut.

"Kami tidak menoleransi aksi main hakim sendiri. Setelah menerima laporan, tim diterjunkan ke lokasi untuk meredam situasi dan mengamankan individu-individu yang diduga terlibat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," ujar Samian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menjelaskan bahwa penanganan perkara ini didasari oleh laporan polisi nomor LP/B/06/II/2026. Berdasarkan investigasi awal, peristiwa ini bermula dari pertikaian di area persawahan pada Kamis pukul 06.00 WIB.

L diduga sempat terlibat cekcok dan melakukan penganiayaan terhadap seorang warga berinisial S menggunakan cangkul.

Namun, situasi kemudian memanas saat keluarga S dan warga sekitar merespons dengan tindakan kekerasan secara bersama-sama yang berujung pada meninggalnya L.

Dalam proses penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), personel Sat Reskrim Polres Sukabumi melakukan sterilisasi area untuk menjaga keaslian bukti-bukti fisik.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.