Sempat Dibuang di Dalam Ransel, Bayi Laki-laki di Bandung Barat Diserahkan PSAB Jabar
VISI.NEWS | BATUJAJAR - Bayi laki-laki yang ditemukan di dalam tas ransel yang tergeletak di depan halaman rumah warga Kampung Galumpit, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat telah selesai menjalani perawatan di Puskesmas Batujajar, Kamis (17/10/2024).
Usai menjalani pemeriksaan tim medis, bayi laki-laki itu berada di Panti Sosial Anak dan Balita (PSAB) di Batununggal Buah Batu Bandung. Hal itu agar sang anak benar-benar dijamin seluruh kebutuhannya.
"Betul sudah dititipkan ke panti anak Pemprov Jabar. Sejak hari ini yang bersangkutan ditetapkan jadi anak negara yang ditanggung negara," kata Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Bandung Barat, Tin Kartini, saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan Penemuan bayi dalam tas ransel berwarna coklat di RT03/RW12, Kampung Galumpit, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa (15/10 2024).
Bayi tersebut ditemukan warga dalam keadaan sehat meski berada di dalam tas ransel dengan kondisi ritsleting tertutup. Di dalam tas, sang bayi memakai topi dan kain selimut.
Kepala TU Puskesmas Batujajar, Evi Vilianti. Menurutnya pada saat ditemukan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu kemungkinan berusia 2 hari. Lantaran dalam keadaan bersih dengan terbungkus kain bayi secara rapi.
"Kami dapat kabar dari lintas sektor bahwa ada penemuan bayi yang memang di kita langsung kesana saat itu ada bidan yang jaga," kata Evi, Rabu (16/10/2024).
Berdasarkan ciri-cirinya, menurut Evi bayi tersebut terlahir sesuai waktunya. Kemudian bayi yang tengah dirawat di Puskesmas Batujajar itu dalam kondisi baik dan sehat. Sementara untuk memenuhi kebutuhan ASI-nya, bayi ini diberikan susu formula.
"Alhamdulillah bayinya sehat. Jenis kelaminnya laki-laki. Lahirnya cukup bulan. Berat badannya 3.500 dan panjangnya 50 itu masuk kategori normal. Jadi selayaknya bayi sehat saja," ujar Evi.
Meskipun dalam kondisi sehat, pihak Puskesmas Batujajar membatasi kunjungan dari warga yang penasaran dengan kondisi bayi tersebut. Pasalnya dikatakan Evi ada kekhawatiran terpapar virus yang bisa berdampak terhadap kesehatannya.
"Memang saat ini kami sedang minimalisir dulu kunjungan. Karena dari kemarin banyak sekali yang datan,g takutnya ada virus dari luar. Tapi tidak ada perawatan khusus karena bayinya sudah sehat," jelasnya.
Lebih lanjut Evi menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu instruksi dari Dinas Sosial (Dinsos) Bandung Barat. Karena rencananya bayi tersebut akan dibawa ke Rumah Aman milik Dinsos KBB.
"Bayi dibawa oleh Dinas Sosial untuk dibawa ke rumah aman. Jadi untuk proses selanjutnya dari mereka kami hanya menunggu instruksi menunggu penjemputan," ujarnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!