Seminar Sirkuler Ekonomi Sampah, Limbah dan Biomassa akan Digelar di Bandung
VISI.NEWS | BANDUNG - Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah, limbah dan biomassa. Ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang berusaha mempertahankan nilai produk, bahan baku, dan sumber daya semaksimal mungkin dengan mengurangi produksi limbah dan penggunaan sumber daya primer.
Salah satu peluang ekonomi sirkular adalah pemanfaatan sampah, limbah dan biomassa menjadi energi hijau dan pupuk ramah lingkungan. Selain dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, hal ini juga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha dan pemilik masalah sampah-limbah dan biomassa dari perdagangan karbon.
Untuk memperluas wawasan dan pengetahuan tentang ekonomi sirkular, Asosiasi Konsultan Non-Konstruksi Indonesia (Askkindo) dan Pokja Pangan-Energi Kadin akan menyelenggarakan seminar dengan tema “Sirkuler Ekonomi Kelola Sampah, Limbah-Biomassa” pada Selasa, 27 Februari 2024 pukul 09.00 WIB.
Seminar ini akan menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu T.P Aldjono, ST,M.Si, Asosiasi Perdagangan Karbon (IDCTA)/Climate Change Expert, dan Ir Sonson Garsoni, Ketua Umum Askkindo dan founder PT Cipta Visi Sinar Kencana-KencanaOnline.
T.P Aldjono akan menjelaskan tentang tata cara penerbitan dan akses sertifikasi karbon (carbon credit) sebagai tambahan pendapatan bagi tiap penangkapan karbon (carbon capture) dari pengelolaan sampah, limbah dan biomassa.
Ir Sonson Garsoni akan menguraikan tentang teknik teknologis dan keekonomian produksi energi hijau (terbarukan) dan pupuk ramah lingkungan dari pengelolaan sampah, limbah dan biomassa. Ia juga akan memperlihatkan secara langsung (live) pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) dan teknik modern-cepat produksi pupuk organik yang telah dibangunnya di beberapa tempat.
Seminar ini akan dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring di KencanaOnline Jl Raya Banjaran No 390 KM 13 Bandung dan daring melalui Zoom. Seminar ini penting diikuti oleh para peminat usaha jasa pengelolaan sampah, produsen pupuk (organik), perusahaan pembangkitan energi (listrik), pengelola biomassa (perkebunan, pertanian, peternakan), lembaga pembiayaan/perbankan, pengelola kawasan industri, konsultan perencana sanitasi lingkungan serta berbagai pihak yang berkaitan dengan pengelolaan biomassa, limbah dan sampah umumnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!