Semeru Empat Kali Erupsi, Abu Capai 600 Meter
Meskipun erupsi terjadi beberapa kali dalam waktu singkat, status aktivitas vulkanik Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa gunung tersebut sedang mengalami peningkatan aktivitas dan berpotensi menimbulkan bahaya jika masyarakat tidak mematuhi zona aman yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
Berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung yang menjadi pusat erupsi.
Liswanto menegaskan bahwa larangan tersebut bertujuan untuk menghindari risiko bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu, terutama dari awan panas guguran dan aliran material vulkanik yang bisa meluncur melalui lembah dan aliran sungai.
Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas terlalu dekat dengan aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru. Area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan dinilai masih berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak gunung.
Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung. Wilayah tersebut dianggap sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat terjadi saat erupsi berlangsung.
Pihak pengamatan gunung api juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana sekunder seperti awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat terjadi terutama saat hujan turun di kawasan puncak.
Potensi bahaya tersebut terutama dapat mengalir melalui sejumlah sungai dan lembah yang berhulu dari puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, beberapa sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur aliran lahar.
Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik tersebut, masyarakat di sekitar lereng Semeru diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi dari otoritas terkait guna menghindari risiko bencana. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!