Semangat Literasi Kesehatan Warnai Peringatan HKN di Kota Banjar
Sementara itu, Rusyono mengulas konsep “Sehat Paripurna” yang mencakup kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami kesehatan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi medis semata. “Kesehatan paripurna adalah kondisi di mana seseorang tidak hanya bebas dari penyakit, tapi juga sejahtera dalam aspek mental dan sosial,” paparnya.
Narasumber ketiga, Kholilurtokhim, SKM, mengajak para peserta untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai kunci utama menciptakan lingkungan yang sehat. Menurutnya, PHBS tidak hanya sebatas slogan, melainkan harus menjadi budaya sehari-hari yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Seminar ini dipandu oleh Sofian Munawar, pendiri YRBK sekaligus dosen STIT Muhammadiyah Banjar. Dalam sesi penutupan, Sofian menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai tambah karena tidak berhenti hanya sebagai seminar biasa. “Dari seminar ini kami proyeksikan hasilnya akan menjadi sebuah buku antologi literasi kesehatan, yang merupakan karya bersama para peserta,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang edukasi kesehatan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui karya literasi. Semangat sinergi antara lembaga pendidikan, dunia kesehatan, dan komunitas literasi di Kota Banjar ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kesadaran hidup sehat berbasis literasi dan kolaborasi.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!