IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Berdamai dengan Takdir

ED
Jumat, 2 Desember 2022 | 05:08 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Berdamai dengan Takdir

Oleh Idat Mustari

PADA tahun 1918 seorang orientalis barat alias non muslim yang bernama Sir Thomas Bodley mengalami depresi berat, rasa cemas dan khawatir yang luar biasa. Memutuskan untuk mengikuti saran temannya main ke negeri Arab.

Selama dia di Arab, dia menyebut Negeri Sahara sebuah surga. Itu hanya karena melihat damainya hati para penduduk di Arab dalam menjalani hidup.

Satu contoh dalam penuturannya : "Ketika ada badai angin Sirocco yang mampu meniupkan pasir Sahara sejauh ratusan mil. Saya merasa sedang berdiri dihadapan oven. Saya hampir gila.Tapi orang orang Arab itu tidak mengeluh. Mereka hanya berkata, 'Mektoub' (Takdir ini sudah tertulis)".

Selepas angin topan usai,mereka bekerja kembali mengembala sisa domba yang masih hidup. Mereka berkata "Alhamdulilah masih ada yang hidup".

“Seorang penganut Islam ketika mengalami hal terburuk, sadar bahwa semua terjadi karena takdir Allah, sambil mereka berusaha bangkit.” begitu kata Bodiey.

Atas kekagumannya pada sikap dan jiwa orang-orang Arab pada saat itu yang mampu berdamai dengan takdir. Ia pun kemudian menulis sebuah buku tentang Muhammad SAW, berjudul "The Messenger" .

Memang siapapun yang hatinya bisa damai dalam menjalani kehidupan ini, pasti akan tenang hidupnya. Tapi ini tidak mudah. Hanya berharap pada Allah, semoga Dia (Allah) menolong diriku juga kamu hingga mampu berdamai dengan takdir.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.