Selat Hormuz Membara, AS-Iran Saling Gempur di Tengah Gencatan Senjata
Ilustrasi. /visi.news/ai
IRGC mengklaim operasi gabungan itu melibatkan rudal balistik, rudal jelajah anti-kapal, serta drone peledak dengan target kapal-kapal perusak milik AS.
Menurut laporan media Iran, beberapa kapal perang AS mengalami kerusakan signifikan dan terpaksa mundur menuju Laut Oman setelah serangan berlangsung.
Jet Tempur AS Lumpuhkan Kapal Tanker Iran
Konflik kembali meningkat setelah militer AS mengerahkan jet tempur F/A-18 Super Hornet untuk melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran pada Jumat (8/5/2026).
CENTCOM menyatakan kedua kapal tanker tersebut berusaha melanggar blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April lalu.
Menurut CENTCOM, jet tempur AS menembakkan amunisi presisi ke bagian cerobong kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda agar kapal-kapal tersebut tidak dapat memasuki wilayah Iran.
Insiden ini membuat jumlah kapal yang dihentikan paksa AS di sekitar Selat Hormuz bertambah menjadi empat kapal.
Meski situasi terus memanas dan aksi militer berlangsung hampir tanpa jeda, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlaku.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!