Sekolah Rakyat Hadir di Ujung Timur Indonesia
"Sekarang ini, (Sekolah Rakyat) yang sudah ada, kemudian dibuka dan sekarang ini sedang melaksanakan MPLS itu ada 63 sekolah, termasuk yang ada di Papua," terangnya.
Ia menjelaskan ke depan setiap wilayah Kabupaten atau Kota minimal harus ada satu Sekolah Rakyat. Sehingga di mana saja, selama pemerintah daerah mau berkolaborasi untuk menyediakan lahan, maka Sekolah Rakyat akan dibangun.
"Jadi walaupun tempatnya jauh, karena ini boarding tidak ada masalah, yang penting guru-gurunya bersedia, murid-muridnya juga bersedia, sehingga di mana pun tempatnya itu tidak ada masalah selama instrumen untuk proses belajar mengajar terpenuhi," urainya.
Sementara itu, Direktur Institut Usba Charles Imbir menyampaikan apresiasi atas program Sekolah Rakyat yang hadir di tanah Papua.
"Untuk Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang menurut saya cukup baik, karena akan memastikan keluarga-keluarga yang miskin ekstrem bisa diatasi soal pendidikannya," ujarnya.
Charles menjelaskan Papua penuh dengan sumber daya alam, namun ironisnya tidak sedikit masyarakatnya masih miskin sehingga anak-anaknya kesulitan mendapat pendidikan layak. Ujung-ujungnya kemiskinan akan diwariskan.
"Sehingga yang petani akan tetap menjadi petani, nelayan akan tetap menjadi nelayan, keluarga miskin akan tetap miskin. Tapi kita bersyukur negara hadir dengan program pendidikan Sekolah Rakyat yang berpola asrama, di mana dalam sekolah itu bukan hanya mata pelajaran biasa tapi juga ada pendidikan vokasi, yang mana akan membantu meningkatkan skill adik adik kita," tutupnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!