Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Cuaca Bandung Rabu (5/8/2026) Cerah Berawan, Suhu 31 Derajat Celsius 5 Aug 2026 Persija Tersingkir! Persib Lolos ke Final Piala Presiden 4 Aug 2026

Sekitar 750 Orang Malawi Meninggal Terjangkit Wabah Kolera Terburuk dalam Beberapa Dekade

ED
Jumat, 13 Januari 2023 | 12:45 WIB
Bagikan
Sekitar 750 Orang Malawi Meninggal Terjangkit Wabah Kolera Terburuk dalam Beberapa Dekade

VISI.NEWS | MALAWI - Seorang menteri pemerintah mengatakan pada hari Kamis sekitar 750 orang telah meninggal karena kolera dalam wabah terburuk yang mempengaruhi Malawi dalam dua dekade.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menggambarkan negara Afrika Tenggara itu sebagai salah satu yang paling terpukul di tengah epidemi global yang sedang berlangsung yang “lebih meluas dan mematikan dari biasanya.”

Pada hari Kamis, Menteri Kesehatan Malawi Khumbize Kandodo Chiponda memerintahkan penutupan banyak bisnis yang kekurangan air bersih, toilet, dan fasilitas pembuangan sampah yang higienis dan mengumumkan pembatasan penjualan makanan yang sudah dimasak.

“Kami terus mencatat peningkatan jumlah kasus di seluruh negeri, meskipun ada tanda-tanda penurunan penularan dan kematian di beberapa daerah,” kata Chiponda dalam sebuah pernyataan dan mendesak kepatuhan terhadap tindakan sanitasi dan kebersihan.

Pada hari Rabu, Chiponda mengatakan 17 orang telah meninggal akibat 589 kasus baru penyakit yang ditularkan melalui air “dalam 24 jam terakhir.”

Dia mengatakan negara itu telah mencatat 22.759 pasien sejak awal wabah pada Maret tahun lalu.

Angka menunjukkan bahwa baru-baru ini sekitar 15 orang meninggal setiap hari, dengan 155 kematian tercatat dalam sepuluh hari terakhir. Selain itu, hampir 1.000 orang dirawat di rumah sakit pada hari Rabu.

Minggu ini, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan 31 negara telah melaporkan wabah kolera sejak Desember, meningkat 50% dari tahun-tahun sebelumnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.