Sekda Jabar Klarifikasi Polemik Bonus Persib yang Dikembalikan Umuh Muchtar
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 1 Juli 2025 | 15:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman angkat bicara terkait polemik pengembalian bonus untuk Persib Bandung oleh Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar. Ia menegaskan, bonus tersebut murni berasal dari penggalangan dana sukarela aparatur sipil negara (ASN) dan bukan dari anggaran kedinasan.
"Itu kan amanah dari teman-teman ASN, dan sudah kami serahkan ke perwakilan manajemen (Persib). Insyaallah tidak ada yang dari kedinasan, bahkan kami membuat pakta integritas dari awal, bahwa itu harus sukarela, bahwa itu harus ikhlas sebagai bentuk ASN, ada rasa memiliki terhadap Persib itu saja," kata Herman di Bandung, Selasa (1/7/2025).
Herman mengakui dana yang terkumpul tidak sesuai target awal Rp 1 miliar, melainkan hanya Rp 356 juta saat diserahkan awal Juni lalu. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut.
"Yang jelas kami sudah berupaya berikhtiar semaksimal mungkin dan itu bentuk kesukarelaan, kalaupun ada hal yang kurang berkenan, ada kekurangan, ada keterbatasan saya sampaikan permohonan maaf dan sebagai perwakilan dari teman-teman ASN insyaallah kami bertanggung jawab," ujarnya.
Terkait informasi bonus telah dikembalikan manajemen Persib, Herman mengaku belum mengetahui detailnya. Ia menekankan kembali bahwa penggalangan bonus ini murni inisiatif pribadi ASN, bukan kewajiban ataupun instruksi formal pemerintah provinsi.
"Ini harus dicek, saya belum cek. Yang jelas kami sudah serahkan secara simbolis ke perwakilan manajemen Persib. Dan saya share juga kan di media sosial. Jadi mohon maaf apabila patungan dari teman-teman, gotong royong dari teman-teman kurang optimal," tuturnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini penggalangan dana sukarela tersebut masih dibuka. Menurutnya, jumlah totalnya kini sudah mencapai Rp 400 juta.
"Sampai sekarang masih (dibuka), makanya berkembang informasi dari bendahara, sudah sampai di angka Rp 400 juta alhamdulillah. Artinya ASN ini luar biasa. Sekali lagi, mohon maaf kalau dari saya pribadi mungkin ada hal yang kurang berkenan, ada hal yang kurang tepat, tak ada gading yang tak retak," pungkasnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!