Sejam Hujan Deras, 25 Kawasan di Malang Terendam Banjir Hingga 1,6 Meter
VISI.NEWS | MALANG – Hujan deras mengguyur Kota Malang pada Kamis siang (4/12/2025) menyebabkan banjir melanda 25 kawasan, dengan ketinggian air bervariasi dari setinggi betis hingga lutut orang dewasa. Beberapa titik bahkan tercatat mengalami genangan hingga 1,6 meter, memaksa warga mengungsi dan kendaraan mogok di jalan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan kondisi darurat di kota akibat luapan sungai dan curah hujan tinggi.
Prayitno: “Ketinggian banjir ada yang mencapai 160 centimeter. Jalan Kedawung menjadi lokasi paling parah hari ini.”
Banjir kali ini menyebabkan lumpuhnya sejumlah ruas jalan utama, termasuk Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Kedawung, Jalan Letjen S. Parman, hingga Jalan Ahmad Yani. Arus lalu lintas sempat berhenti total, karena genangan air naik sangat cepat dalam waktu kurang lebih 30 menit sejak hujan deras mulai turun pukul 14.00 WIB.
Selain jalan raya, permukiman warga juga terdampak. Di kawasan Kedawung, beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan hingga ambruk, sementara rumah-rumah lain tergenang air setinggi lutut.
Prayitno menambahkan:
“Warga diimbau waspada dan menghindari lokasi rawan seperti sungai atau bawah pohon. Jangan mencoba melintas di kawasan banjir.”
BPBD Kota Malang memperkirakan banjir ini merupakan yang terbesar sejak 2021, dengan luapan air menyebar dari sungai di sisi jalan utama Malang-Surabaya ke kawasan lebih rendah, termasuk Kelurahan Purwantoro.
Beberapa lokasi terdampak parah di antaranya:
-
Jalan Kedawung: Air mencapai 160 cm, evakuasi warga dilakukan.
-
Jalan Letjen Sutoyo & Jalan Letjen S. Parman: Kendaraan mogok, arus lalu lintas terhenti.
-
SDN Blimbing 3: Area sekolah terendam hingga lutut.
-
Bengawan Solo–Tumenggung Suryo: Seluruh kendaraan tak bisa bergerak.
BPBD Kota Malang terus memantau kondisi banjir dan menyiagakan tim di lokasi-lokasi rawan untuk evakuasi darurat. Prayitno menekankan pentingnya kewaspadaan warga.
Prayitno: “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, siaga, dan mengikuti arahan petugas. Hindari area banjir untuk keselamatan.”
Banjir mendadak ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan kota menghadapi curah hujan ekstrem, terutama saat musim hujan tinggi di Malang. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!